Tahun 1984 Roma mencatat sejarah dengan lolos untuk kali pertama ke final Liga Champions. Namun di partai puncak justru hasil buruk yang didapat karena di depan pendukungnya sendiri mereka ditundukkan Liverpool 2-4 dengan adu penalti, setelah pada waktu normal bermain imbang 1-1.
Dengan final Liga Champions 2009 akan kembali dilangsungkan di stadion Olimpico, Roma punya keinginan besar untuk membalaskan kegagalan tersebut. Melangkah ke final dan merengkuh gelar juara, akan menjadi sesuatu yang indah buat klub ibukota Italia itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga kini kesempatan untuk menuju final masih terbuka lebar setelah Francesco Totti dakk lolos ke babak perdelapanfinal dengan status juara grup. Di babak 16 besar mereka akan menghadapi lawan tangguh dari Inggris, Arsenal.
"Liga Champions kompetisi yang berbeda dengan Seri A. Kamu harus siap, dalam performa yang baik dan khususnya tidak menderita cedera seperti yang Roma yang alami di awal musim. Saya pikir mereka mempunya kesempatan yang bagus seperti klub lainnya," tandas Tancredi.
"Masalah disini adalah dua pertandingan dengan sistem gugur, jadi bila kamu ragu-ragu maka hanya ada sedikit kesempatan untuk memperbaikinya. Yang kamu butuhkan adalah membuat lawanmu salah dan kamu dapat menyelesaikan semuanya," ujar pria usia 53 tahun itu.
Meski begitu, pria yang kini menjabat pelatih kiper timnas Inggris ini tak menutup mata terhadap peluang tim lain merengkuh gelar juara. Yang disebutnya bakal menjadi kompetitor utama Roma dan tim Italia lainnya Teh Big Four dari Premier League dan satu wakil Spanyol, Barcelona.
Β "Saya melihat klub-klub Italia dan Inggris berpeluang untuk meraih tropi itu. Namun sebagai alternatif, adalah Barcelona dengan Pep Guardiola yang memberikan mereka sesuatu yang lebih," tutup Tancredi. (din/din)











































