Adalah klub divisi utama Liga Brasil, Gremio, yang kini tengah mempraktikkan metode tersebut. Kepala tim medis dokter klub, Alarico Endres, mengungkapkan kalau obat yang dikenal ampuh sebagai peningkat gairah seks ini juga punya khasiat yang sama untuk mendongkrak performa di lapangan hijau.
Endres menyebut pil biru tersebut akan sangat membantu pemain saat berlaga di tempat tinggi, di mana pemain selalu kesulitan bernapas hingga menjadi cepat lelah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya mendapat ide saat membaca sebuah majalah, di mana itu bukanlah penjelasan medis: Jadi kami memutuskan untuk menggabungkan topik tersebut dengan tes imliah, dan sekarang kami akan menunjukkan hasil pengamatan ini kepada komite teknik," sambungnya.
Tim dokter Gremio rencananya akan mengujicoba metode tersebut di ajang Copa Libertadores saat mereka harus bertandang ke Bolivia, di mana tempat tersebut memiliki ketinggian 2.500 meter di atas permukaan laut.
Asa Endres untuk menggunakan Viagra kepada para pemain Gremio mungkin saja bisa terwujud, karena sampai kini zat-zat dalam obat tersebut tersebut tidak termasuk dalam daftar hitam obat-obatan yang dilarang dalam dunia olahraga. Meski begitu, menyusul meningkatnya penjualan Viagra selama Olimpiade Beijing 2008 lalu, beberapa ahli mulai melakukan penelitian lanjutam untuk mencari tahu apakah Viagra benar-benar terbebas dari unsur doping.
Tertarik coba? (din/roz)











































