Fans Wanita Bantu Klub Hadapi Krisis

Fans Wanita Bantu Klub Hadapi Krisis

- Sepakbola
Rabu, 28 Jan 2009 01:02 WIB
Fans Wanita Bantu Klub Hadapi Krisis
Jakarta - Pernah membayangkan AC Milan disponsori perusahaan kosmetik, atau sebuah rumah mode ternama terpampang di jersey Manchester United? Itu bisa saja terjadi karena fans wanita ternyata punya potensi sangat besar menggaet sponsor.
Β 
Meski tak ada yang benar-benar terpukul dengan krisis ekonomi global yang terjadi, namun beberapa klub mengaku mengalami penurunan pemasukan dan bahkan kerugian terkait kesepakatan mereka dengan para sponsor. Untuk kembalin menyehatkan kondisi keuangan, klub-klub yang terkena dampak krisis tersebut sepertinya harus memberi perhatian pada fans perempuannya.

Sebuah penelitian bertajuk β€œWomen’s World of Football” yang dilakukan perusahaan konsultasi SPORT+MARKT menyebutkan kalau sebanyak 38% fans sepakbola di seluruh dunia adalah kaum hawa. Dan fakta tersebut merupakan potensi besar buat banyak klub untuk bisa menggandeng sponsor yang lebih β€œfeminim”.

β€œEra di mana kaum laki-laki menguasai sepakbola sudah berlalu. Sektor baru akan memberikan investasi lebih di sepakbola. Kami memprediksikan pertumbuhan yang pesat dari produk-produk fashion, perhiasan dan juga perusahaan yang bergerak dalam perkebunan,” ungkap Direktur Eksekutif SPORT+MARKT, Hartmut Zastrow, seperti diberitakan Reuters.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penelitian tersebut melibatkan lebih dari 20.000 responden dari 21 negara berbeda. Di luar Inggris Raya, kaum wanita menyumbang satu pertiga dari total penggemar Premier League dengan wanita-wanita dari Cina memiliki ketertarikan terbesar pada Premiership.

Laporan tersebut juga menyebutkan kalau sebanyak 62% dari total populasi wanita di Afrika Selatan sangat tertarik dengan sepakbola, terkait penyelenggaraan Piala Dunia 2010 di negara mereka.

β€œFans sepakbola wanita di seluruh dunia memiliki ketertarikan yang besar akan fesyen dan masalah pakaian. Mereka bahkan memiliki ketertarikan yang lebih besar dibanding wanita pada umumnya dan fans kaum pria. Perusahaan belum mengeksploitasi hal ini,” pungkas Zastrow.

(din/krs)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads