Diberitakan sebelumnya, belum berjalannya pembangunan stadion dan sarana umum lainnya sempat membuat UEFA, melalui ketuanya Michel Platini menyatakan kemungkinan akan membatalkan hak Ukraina untuk menggelar putaran final Piala Eropa tiga tahun mendatang.
Akan tetapi, semua keraguan tersebut sirna setelah UEFA mengaku puas akan kemajuan yang dicapai negara pecahan Uni Soviet itu. Hal itu diungkapkan oleh Deputi Perdana Menteri Ukraina Ivan Vasyunyk pasca inspeksi oleh badan sepakbola tertinggi di Eropa yang diwakili oleh Sekretaris Jenderal David Taylor pada hari Jumat (6/2/2009) waktu setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini adalah jawaban atas semua pihak yang pesimistis dan yang meragukan Ukraina akan bisa merampungkan semua kewajibannya. Perwakilan UEFA telah melihat bahwa Ukraina telah menepati janjinya dan merencanakan sesuatu yang konkret," sambungnya.
Hal serupa juga diungkapkan oleh ketua Asosiasi Sepakbola Ukraina Grigory Surkis. "Baru kali ini sejak kami memenangi tender tuan rumah bersama Piala Eropa, kami bisa tanpa kesulitan berdiskusi dengan UEFA," ujarnya.
Nada positif dilontarkan oleh Taylor saat melihat kesiapan kota Lviv pada hari Kamis lalu. Dia juga terpukau dengan kemajuan pembangunan dan keberhasilan Ukraina dalam memodernisasi sarana umum seperti bandara, jalan raya, dan jaringan hotel.
"Lviv merupakan kota yang sangat indah, dan akan lebih indah lagi jika sudah berdiri sebuah stadion," tukas Taylor.
Selain Lviv, kota-kota yang dipersiapkan oleh Ukraina untuk menggelar pertandingan Piala Eropa 2012 adalah Kiev, Dnipropetrovsk dan Donetsk. Selanjutnya, UEFA memberi tenggat waktu pada Ukraina paling lambat sampai 15 Mei untuk merampungkan renovasi stadion-stadionnya.
Ukraina dan Polandia akan menjadi tuan rumah bersama Piala Eropa dijadwalkan akan diselenggarakan pada 9 Juni-1 Juli 2012 mendatang.
(arp/arp)











































