Kontroversi pertama adalah soal kewarganegaraan Amauri Carvalho. Sempat berencana dimasukkan Carlos Dunga dalam skuadnya untuk laga tersebut, Juventus kemudian malah menutup pintu Amauri dengan dalih proses pengajuan yang dilakukan sudah melewati tenggat FIFA.
Karena juga memiliki paspor Italia, selain merupakan keturunan Brasil, striker itu jelas masih berpeluang membela Gli Azzuri. Hal mana sempat menghembuskan kabar bahwa Juventus diminta FIGC untuk tidak melepas Amauri sehingga pemain tersebut bisa dimasukkan dalam skuad Marcello Lippi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kontroversi kedua yang bahkan sempat mengancam kelangsungan pertandingan ini adalah terkait hubungan politik kedua negara. Beberapa waktu lalu pemerintah Italia secara resmi meminta Brasil mengekstradisi Cesare Battisti, yang dituduh sebagai teroris oleh pemerintah Italia. Sementara pengadilan Brasil malah menolak permintaan tersebut lantaran Battisti merupakan pengungsi politis dan kini tengah mencari suaka di negara tersebut.
Jelang pertemuan tersebut, Lippi meminta kalau laga Brasil vs Italia jangan dikait-kaitkan dengan kontroversi yang menyelimutinya. Di balik semua pemberitaan negatif, pertemuan Brasil vs Italia disebutnya sebagai sesuatu yang prestisius.
"Ini adalah pertandingan dengan prestise yang besar, yang disesalkan adalah fakta bahwa kami harus bermain hari Selasa. Dua tim nasional tersukses di dunia akan berhadapan, dengan semua pemain terbaik yang kami miliki, dan pertandingan yang hanya 48 jam setelah pertandingan di liga jelas akan membuat kami kehilangan sesuatu," ungkap Lippi di Reuters.
Kondisi Italia bisa dibilang lebih baik jelang berlangsungnya laga tersebut, mengingat tak banyak pemain mereka dihantam cedera. Sementara Brasil harus rela ditinggal Kaka yang mengelami cedera saat menghindarkan AC Milan dari kekalahan kala menjamu Reggina akhir pekan kemarin.
(din/a2s)











































