Maradona memunculkan silang pendapat pada saat dipilih untuk menukangi tim bertabur talenta hebat di skuad Tango, menggantikan Alfio Basile pada akhir Oktober lalu. Orang tahu betul betapa hebatnya seorang Maradona saat menjadi pemain, dan sebab itu ia dipandang bak 'dewa'.
Namun, sebagian kalangan menilai ia tak punya kemampuan manajerial yang mumpuni, atau juga kewibawaan yang lumrahnya dimiliki seorang "bos". Ini didasari pada latar belakang kehidupan pribadi Maradona yang centang perenang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu, dinihari tadi, Kamis (12/2/2009), Maradona kembali menuai kemenangan di laga keduanya. Kali ini kemenangan itu terasa lebih besar karena lawan yang mereka taklukkan adalah Prancis.
Menjadi tamu di Stade Velodrome, Marseille, permainan Lionel Messi, Sergio Aguero, dan lain-lain tampak impresif,Β melebihi aksi bintang-bintang Les Bleus. Lewat gol gelandang Newcastle United, Jonas Gutierrez, dan Messi, tim besutan Maradona unggul 2-0.
"Betul-betul positif," sebut Maradona tentang dua kemenangan dari dua pertandingan yang diikutinya.
"Setelah 20n menit, pemain-pemainku menguasai bola. Dan ketika mereka melakukan itu, hebatnya adalah kami tak perlu bertahan," sambung sosok mendunia itu, yang bahkan dielu-elukan pula oleh publik Marseille sebelum kickoff.
"Aku punya skuad yang luar biasa. Semua taktik yang kami diskusikan, mereka menerapkannya," tambah pria 48 tahun itu, seperti dilansir Reuters.
Tantangan berikutnya buat Maradona adalah melanjutkan awal yang manis ini di babak kualifikasi Piala Dunia 2010.Β Pada 28 Maret mendatang Argentina menjamu Venezuela, lalu empat hari kemudian bertandang ke Bolivia.
Argentina saat ini duduk di peringkat tiga di klasemen zona Amerika Selatan dengan nilai 16 dari 10 pertandingan. Mereka tertinggal dari Paraguay (23) dan Brasil (17)
(a2s/arp)











































