Saat remaja dulu, Eto'o rupanya pernah jadi warga ilegal di Prancis. Di negeri tersebut, dia sudah menunjukkan bakat-bakat bersepakbola.
Pada suatu ketika, Eto'o remaja berkesempatan untuk melakukan ujicoba di PSG. Tapi pada prosesnya, Eto'o urung diizinkan melakukan trial karena PSG enggan menerima pemuda tanpa dokumen tinggal resmi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebagai penduduk tanpa dokumen (resmi), aku tak bisa hidup dan bergerak bebas. Aku mencoba datang ke trial untuk pemain muda yang dihelat PSG, tapi aku tak punya dokumen dan mereka menolak untuk memberi izin," aku Eto'o kepada Sportweek yang dikutip Setanta Sports.
Jika saja pemain berusia 27 tahun tersebut membela Prancis, bukan tak mungkin dia termasuk ke dalam skuad 'Les Bleus' yang juara Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000. Menyesalkah Eto'o kehilangan kans membela Prancis?
"Bagaimana bisa aku memendam kesal dengan Prancis? Aku tak punya dokumen-dokumen. Aku tak menyesali apa pun," tegas dia.
"Jika hidupku berjalan ke arah beda, aku sekarang mungkin sudah jadi orang Prancis dan mungkin bermain untuk tim Raymond Domenech!" ucap Eto'o, kali ini sambil berandai-andai.
(krs/krs)











































