Chelsea akan menjamu Juve di Stamford Bridge, Kamis (26/2/2009) dinihari WIB, dalam leg pertama babak 16 Besar Liga Champions. Partai ini menjadi satu di antara tiga perjumpaan klub Italia dan Inggris.
Juventus menjadi tempat karir Vialli mekar pada periode 1992-1996. Setelah itu, Vialli yang berposisi sebagai penyerang hijrah ke Chelsea, sempat menjadi manajer di sana, sebelum akhirnya pensiun tahun 1999.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Vialli pada awalnya meyakini bahwa Juventus menghadapi pekerjaan mahaberat karena Chelsea memiliki kekuatan yang juga hebat. Tetapi belakangan pikiran pria 44 tahun itu berubah.
"Setelah saya melihat sikap serta semangat pemain Juve pada Sabtu (21/2/2009) (ketika mengalahkan Palermo--red) dan nilai-nilai juara yang mereka punya, saya pikir mereka bisa melewatinya," kata Vialli melanjutkan.
Chelsea kini berada dalam semangat tinggi setelah ditangani oleh manajer baru, Guus Hiddink. Faktor pengalaman Hiddink yang pernah membawa PSV Eindhoven menjadi juara Piala Champions adalah nilai plus.
"Di atas kertas, Chelsea masih favorit. Tetapi saya melihat 'Si Nyonya Tua' yang sederhana saat melawan Palermo. Mereka menerima bahwa Palermo akan mendikte tempo, tetapi mereka memanfaatkan peluang mereka," ujar Vialli yang juga pernah membawa La Vecchia Signora jadi juara Liga Champions.
Baik Juve maupun Chelsea memiliki kekuatan yang relatif setara nyaris di semua lini. Karena itu, Vialli mengaku tak sabar menyaksikan pertarungan para pesepakbola kelas wahid yang menghuni kedua klub.
"Seperti Didier Drogba dan Nicolas Anelka melawan Nicola Legrottaglie dan Giorgio Chiellini. Juga menarik Alessandro del Piero dan Amauri melawan John Terry dan Alex," tutup Vialli tak sabar.
(arp/key)











































