Usai laga babak 16 besar dengan MU yang berkesudahan tanpa gol, Mourinho mengeluhkan kepemimpinan Luis Cantalejo Medina, pengadil dalam laga yang berlangsung Rabu (25/2/2009) dini hari WIB itu. Pelatih Portugal itu menyebut wasit bertindak terlalu lunak buat tim tamu dan memberi banyak tendangan bebas.
"Saya berharap, dalam laga berikutnya di Old Trafford, wasit akan berada di pihak kami. Bila laga di Old Trafford tidak dipimpin oleh orang yang sama, namun wasit yang melindungi tim tamu, maka Inter dapat melaju ke perempatfinal," ujar Mourinho usai pertandingan, seperti diberitakan Goal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semua keputusan wasit merugikan kami, hingga hal-hal yang terkecil sekalipun. Anda lihat, berapa banyak tendangan bebas yang dimiliki MU dan yang kami miliki? Lihat juga bagaimana kami mendapat kartu kuning dan mereka tidak? Saya berpendapat, wasit benar-benar menunjukkan keberpihakan," seru The Special One.
Komentar pedas Mourinho sempat menimbulkan kabar kalau dia akan dijatuhi sanksi larangan mendampingi Inter kala melakoni leg kedua di Old Trafford. Dasarnya adalah insiden serupa yang pernah dilakukan Mourinho empat musim lalu saat menuduh Anders Frisk berkonspirasi dengan Frank Rijkaard (saat itu pembesut Barcelona), tuduhan yang berbuntut keputusan pensiun dari wasit Swedia itu karena datang ancaman pembunuhan.
Namun semua spekulasi itu terbantah karena Mourinho dipastikan bebas dari sanksi. UEFA menyatakan tidak akan megambil tindakan apa pun terharap mantan bos Chelsea dan FC Porto tersebut.
(din/krs)










































