Undian babak 16 besar Liga Champions musim ini memaksa enam klub dari Inggris dan Italia harus saling sikut. Selain Arsenal yang bertemu AS Roma, ada Inter Milan menantang juara bertahan Manchester United serta Chelsea diuji Juventus.
Setelah leg pertama terlalui, Inggris sementara bisa dibilang lebih unggul menyusul kemenangan kandang yang diraih The Gunners dan The Blues sementara The Red Devils menahan imbang Nerazzurri di Giuseppe Meazza. Tapi Lippi menolak anggapan tersebut, soalnya klub-klub Premiership disebutnya tidak mewakili Inggris sebagai negara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tambahkan pula masing-masing pemilik klub Premiership itu, di mana dua klub dikomandani pengusaha Rusia (Arsenal dan Chelsea) sementara dua yang lainnya dipimpin orang Amerika Serikat (MU dan Liverpool).
“Chelsea, Manchester (United), dan Arsenal tidak mewakili sepakbola Inggris. Meski, seperti banyak terjadi di banyak Negara, globalisasi sepakbola meliputi pemilik, pelatih dan mayoritas pemain bukanlah orang Inggris,” ujar Lippi seperti diberitakan AFP.
Arsenal sangat jarang menurunkan pemain asli Inggris, hal serupa terjadi di Liverpool yang pada starting 11-nya cuma memiliki Steven Gerrard dan Jamie Carragher. Kondisi serupa bisa ditemui di Chelsea yang hanya mengandalkan John Terry, Frank Lampard dan Ashley Cole yang jadi pemain utama, meski masih punya Joe Cole yang cukup sering dimainkan.
Kondisi sang juara bertahan, MU, tak ada bedanya. Tercatat cuma ada empat pemain asli Inggris yang secara regular jadi pilihan utama Sir Alex Ferguson yakni Wayne Rooney, Paul Scholes, Rio Ferdinand dan Michael Carrick.
"Pertarungan sejati antara kedua negara (Inggris dan Italia) hanya terjadi pada level tim nasional,” pungkas pelatih timnas Italia itu.
(din/krs)










































