Dalam laga keduanya bersama Corinthians, penyerang kawakan Brasil itu menjadi bintang timnya saat bermain imbang 1-1 melawan Palmeiras dalam lanjutan Liga Brasil, Senin (9/3/2009) dinihari WIB.
Baru turun di menit 64 babak kedua, Ronaldo mencetak gol krusial di injury time melalui sundulan dari momen sepak pojok, untuk menyelamatkan Corinthians dari kekalahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya mohon maaf atas insiden itu, tapi saya tak bisa menahan gejolak emosi ini," tutur Ronaldo dalam wawancara di pinggir lapangan seusai pertandingan, seperti dikutip dari Reuters.
Wajar Ronaldo bertindak demikian karena ia sempat diperkirakan habis karirnya gara-gara cedera terakhir membuatnya absen selama 13 bulan. Cedera yang menyerang lutut kirinya itu didapat ketika memperkuat AC Milan dalam laga melawan Livorno pada Februari tahun lalu.
Adapun gol tersebut adalah yang pertama ia buat sejak Januari 2008, ketika ia menjebol gawang Napoli di pertandingan Seri A.
"(Insiden) itu memang sangat mengerikan, juga tak bertanggung jawab karena pagarnya tidak terlalu kokoh. Tapi saat itu Anda tak berpikir sama sekali. Anda hanya ingin merayakannya bersama fans," lanjut pemain terbaik dunia tiga kali itu.
"Saya tak bisa menjelaskan apa yang saya rasakan tentang itu ... Semua masa sulit telah saya lalui dalam pemulihan ini... Ini baru awal. Masih ada jalan yang harus ditempuh... Saya butuh sedikit mengurangi berat badan lagi biar lebih cepat dan mobile."
Jika si pemain, fans dia, dan kubu Corinthians begitu gembira pada momentum kembalinya Ronaldo, tidak demikian dengan pelatih Palmeiras, Vanderlei Luxemburgo. Ia tidak terkesan dan mengkritik kepemimpinan wasit.
"Saya pikir dia (wasit) ingin Ronaldo mencetak gol," tandas mantan pelatih timnas Brasil dan Real Madrid itu. "Dia selalu menghadiahi Corinthians free kick di wilayah kotak penalti kami. Saya pikir wasit telah terpengaruhi secara psikologis."
(a2s/a2s)










































