Jangan Menangis, San Iker

Jangan Menangis, San Iker

- Sepakbola
Rabu, 11 Mar 2009 09:39 WIB
Jangan Menangis, San Iker
Liverpool - Bagi seorang penjaga gawang berkelas seperti Iker Casillas, kebobolan empat gol tidaklah ideal, apalagi di sebuah pertandingan yang sangat penting. Maka kiper nomor satu Spanyol itu pun menangis di kota Liverpool.

Real Madrid untuk kelima kalinya berturut-turut terhempas di babak 16 besar Liga Champions, menyusul kekalahan telak 0-4 dari The Reds di leg II, Rabu (11/3/2009) dinihari WIB.

Kekalahan terburuk El Real di kompetisi Eropa tersebut, sejak ditekuk 0-5 dari AC Milan di leg kedua semifinal musim 1988/1989, tentu saja membuat seluruh komunitas Los Blancos berkabung, baik yang di tengah maupun di luar lapangan hijau stadion Anfield.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di antara para pemain berkaos putih yang terpukul itu, Casillas boleh jadi yang paling sedih. Pemain yang sudah hampir 10 tahun membela klub raksasa Spanyol itu menangis begitu pilu setelah wasit meniup peluit panjang.

Pria tampan itu meratapi kegagalan timnya. Ironisnya, walaupun kebobolan empat gol, Casillas adalah pemain terbaik Real Madrid di pertandingan itu. Kalau bukan karena kehebatannya, Liverpool mungkin bisa mencetak lebih gol lagi.

Tak ingin "San Iker" dirundung duka teramat dalam, "Pangeran Madrid" Raul Gonzalez pun menghiburnya, membisikinya kata-kata yang membesarkan hati, dan semacamnya.

Casillas adalah pemain pertama yang mengangkat trofi Henry Delaunay saat Spanyol menjuarai Piala Eropa 2008, yang mana itu adalah piala besar kedua yang pernah dimenangi "Negeri Matador" setelah Kejuaraan Eropa 1964.

(a2s/roz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads