Kenangan indah itu terjadi lima tahun yang lalu. Saat itu, Mourinho datang bersama FC Porto menghadapi MU di leg kedua babak 16 besar Liga Champions. Racikan Mourinho sukses menahan sang empunya stadion dengan skor 1-1, sekaligus mengantarkan Porto melaju ke babak selanjutnya.
Hingga kini, Mourinho masih mengenang peristiwa itu. "Gol tersebut telah membuat Inggris membuka pintunya dan sejak itu perjalanan karir saya menjadi berbeda," ujar Mourinho dikutip dari Soccernet, sembari merujuk pada gol yang dicetak Costinha ke gawang MU.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usai kemenangan di Old Trafford, Mourinho sukses membawa Porto terus melaju hingga akhirnya menjadi juara Liga Champions. Di akhir musim, Mourinho meninggalkan klub berjuluk Dragao tersebut dan berlabuh ke klub Inggris, Chelsea.
Di musim pertamanya bersama The Blues, Mourinho langsung menaklukkan Old Trafford. Debutnya di stadion berjuluk "Theatre of Dreams" itu ditandai dengan kemenangan 2-1 atas si pemilik stadion dengan skor 2-1 di ajang Piala Liga (26/1/2005).
Hingga Mourinho meninggalkan Chelsea di bulan September 2007, Chelsea dibawanya menang tiga kali di Old Trafford, sementara MU cuma bisa satu kali menjegal racikan pelatih asal Portugal itu.
Kamis (12/3/2009) dini hari WIB, Mourinho kembali ke Old Trafford. Kali ini ia membawa Inter melakoni leg kedua babak 16 besar Liga Champions. Kehangatan Old Trafford membuat Mourinho pun terkenang dan terkesan.
Bahkan, pria asal Portugal ini tampaknya ingin lebih berlama-lama bersama Old Trafford. "Saya bisa saja menjadi manajer Manchester United. Tunggu 20 tahun lagi," selorohnya.
(a2s/roz)











































