Bek internasional Serbia itu mencetak gol pembuka buat Manchester United saat pertandingan baru berusia empat menit. Dari sepak pojok Ryan Giggs, ia meloncat di kotak penalti untuk menyambar bola lambung, dan berhasil mengirimnya ke pojok kanan gawang Julio Cesar.
Ketika itu Patrick Vieira terperdaya dalam menjaga Vidic. Sialnya lagi, gelandang Prancis itu sedikit terpeleset sehingga Vidic lebih leluasa untuk menanduk bola.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Siapa bilang kami tak pernah mengerjakan PR (pekerjaan rumah). Kami sudah menonton 50 DVD tentang Vidic saat korner, dan dia tetap saja mencetak gol," ungkap pelatih asal Portugal itu, seperti dikutip AFP, usai timnya kalah 0-2, Kamis (12/3/2009) dinihari WIB.
Ia juga ditanya wartawan, kenapa bukan Zlatan Ibrahimovic yang ditugasi khusus menjaga Vidic waktu itu. Alasannya, Ibrahimovic bertubuh tinggi besar seperti Vidic, dan ia adalah salah satu tukang sundul terbaik di skuad Inter.
Jawaban Mourinho, "Itu karena dia sedang mengawal Ronaldo. Dia tak mungkin ada di dua tempat di waktu bersamaan."
Secara umum Mourinho bisa menerima kenyataan pahit bagi timnya ini, bahwa tiket perempatfinal gagal didapatkan. Juga, tak ada pula "tarian gila" Mourinho di pinggir lapangan Old Trafford, seperti yang pernah heboh ia lakukan ketika FC Porto menyingkirkan MU di kompetisi yang sama di tahun 2004.
"MU pantas menang karena mereka bermain bagus dan mencetak dua gol untuk dua pertandingan. Itu harus kami terima. Tapi saya pikir tak ada hal negatif dari permainan timku."
"Saya pikir kami telah bermain bagus, tapi kami tak beruntung. Saya tak suka berbicar soal keberuntungan karena kesannya kita mempertanyakan tim lawan. Tapi kita memang butuh keberuntungan untuk melawan sebuah tim yang sangat bagus," pungkasnya.
(a2s/a2s)











































