Brasil: Berat Main di Quito

Brasil: Berat Main di Quito

- Sepakbola
Senin, 30 Mar 2009 10:46 WIB
Brasil: Berat Main di Quito
Quito - Gagal mempertahankan kemenangan dan posisinya di klasemen sementara belum ideal, para pemain Brasil tidak merasa kecewa atas hasil seri yang didapat dalam lawatannya ke Ekuador.

Dalam lanjutan babak kualifikasi Piala Dunia 2010 zona Amerika Selatan, Senin (30/3/2009) dinihari WIB, Brasil unggul lebih dulu lewat gol Julio Baptista di menit 72. Namun di menit 89 tuan rumah mampu menyamakan kedudukan melalui Christian Noboa, dan pertandingan berakhir sama kuat 1-1.

"Ini hasil yang positif," kata Baptista, yangΒ  masuk ke lapangan sebagai pengganti Ronaldinho. "Sangat berat main di sana (Quito). Kami sudah tahu itu, tapi kami tetap berusaha mendulang sebuah hasil positif. Kami toh bisa meraih satu poin."

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan ketinggian 2.850 meter di atas permukaan laut, Quito adalah ibukota negara tertinggi kedua di dunia setelah La Paz (Bolivia). Duel Ekuador versus Brasil digelar di Atahualpa Stadium.

"Datang ke sini dan bermain seperti Brasil (yang biasa) tidaklah gampang," timpal gelandang Felipe Melo. "Di dressing room semua orang harus terbiasa dengan masker oksigen untuk bernafas."

Jika Baptista dan Melo berdalih pada kondisi alam, tidak demikian dengan kiper Julio Cesar. Ia lebih tertarik menanggapi hasil pertandingan ini dari sisi teknis, walaupun Quito tetap sebuah faktor.

"Pemain-pemainΒ  mereka tak pernah berhenti berlari walau satu menit pun. Kami mencoba bertahan sampai akhir, dan gol (balasan) itu menjadi hukuman buat kami semua," tukas penjaga gawang dari klub Inter Milan itu, seperti dikutip Reuters.

Dengan hasil imbang ini Brasil turun ke peringkat empat di klasemen sementara. Dengan 18 poin dari 11 pertandingan, skuad Carlos Dunga masih di bawah Paraguay (23), Argentina (19), dan Chile (18). Berikutnya tim Samba akan menjamu Peru di Porto Alegre. (a2s/krs)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads