Dalam lanjutan babak kualifikasi Piala Dunia 2010 zona Amerika Selatan, Senin (30/3/2009) dinihari WIB, Brasil unggul lebih dulu lewat gol Julio Baptista di menit 72. Namun di menit 89 tuan rumah mampu menyamakan kedudukan melalui Christian Noboa, dan pertandingan berakhir sama kuat 1-1.
"Ini hasil yang positif," kata Baptista, yangΒ masuk ke lapangan sebagai pengganti Ronaldinho. "Sangat berat main di sana (Quito). Kami sudah tahu itu, tapi kami tetap berusaha mendulang sebuah hasil positif. Kami toh bisa meraih satu poin."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Datang ke sini dan bermain seperti Brasil (yang biasa) tidaklah gampang," timpal gelandang Felipe Melo. "Di dressing room semua orang harus terbiasa dengan masker oksigen untuk bernafas."
Jika Baptista dan Melo berdalih pada kondisi alam, tidak demikian dengan kiper Julio Cesar. Ia lebih tertarik menanggapi hasil pertandingan ini dari sisi teknis, walaupun Quito tetap sebuah faktor.
"Pemain-pemainΒ mereka tak pernah berhenti berlari walau satu menit pun. Kami mencoba bertahan sampai akhir, dan gol (balasan) itu menjadi hukuman buat kami semua," tukas penjaga gawang dari klub Inter Milan itu, seperti dikutip Reuters.
Dengan hasil imbang ini Brasil turun ke peringkat empat di klasemen sementara. Dengan 18 poin dari 11 pertandingan, skuad Carlos Dunga masih di bawah Paraguay (23), Argentina (19), dan Chile (18). Berikutnya tim Samba akan menjamu Peru di Porto Alegre. (a2s/krs)











































