Lithuania merupakan lawan yang alot bagi Prancis. Di pertemuan pertama di markas Lithuania akhir pekan lalu, Les Bleus "hanya" menang 1-0 lewat gol tunggal Franck Ribery di menit ke-67.
Sedikit mundur ke belakang, di babak kualifikasi Piala Eropa 2008 silam negara Eropa Timur itu juga sempat memaksa Prancis melalui sebuah pertandingan yang ketat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bila kami bermain baik dan suporter senang, maka mereka akan berada di belakang kami. Masalahnya, kami selalu merobek gawang Lithuania ketiga laga memasuki menit terakhir. Para pemain dituntut sabar di lapangan. Saya harap, para suporter pun bisa bersabar meski skor masih 0-0 dan pertandingan tinggal 20 menit lagi," tukas Henry dikutip dari Yahoo Sports.
Hal senada juga diutarakan sang pelatih Raymond Domenech. "Suporter bisa memberi kontribusi bagi para pemain. Kami membutuhkan kehadiran pemain ke-12," kata Domenech.
"Saya ingat ketika kami menjamu Lithuania di Nantes pada Oktober 2007. Suporter mendukung kami dengan berbagai cara. Kami akhirnya menang lewat dua gol yang dipetik menjelang laga berakhir dan para suporter telah menjadi pemain ke-12 kami," tambah Domenech. Ada pun laga yang dimaksud oleh sang pelatih adalah kualifikasi Piala Eropa 2008 di mana "Tim Ayam Jantan" menang 2-0 lewat dua gol Henry di menit ke-80 dan 81.
(roz/din)











































