Nama Ribery dan Toni dianggap sebagai dua ancaman terbesar Barcelona ketika klub Spanyol itu menjamu Bayern di leg pertama perempatfinal Liga Champions di Camp Nou, Kamis (9/4/2009) dinihari WIB.
Sepertinya, tidak ada satupun yang ingat kepada Klose. Padahal, bisa dibilang justru penyerang asli Jerman inilah yang paling potensial menebar bencana bagi Barca.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Liga Jerman pun catatan Klose tidak buruk. Dari 23 kali mengenakan seragam Bayern, penyerang 30 tahun itu sudah 10 kali merobek gawang lawan, cuma satu kurangnya dibanding Toni.
Toni menjadi momok pertahanan lawan dan itu dibuktikannya dengan catatan 14 shot on goal dari 499 menit ia bermain, namun Klose pun tidak terpaut jauh dengan sudah 12 kali mengarahkan shot on goal. Minutes play-nya pun lebih tebal dengan sudah mencatat 654 menit.
Klose dan Toni pun sama-sama rajin membuka peluang bagi rekan. Ini tergambar dari jumlah assist keduanya yang sama-sama berjumlah tiga.
Sosok Toni yang tinggi menjulang (196 cm) memang lebih 'menarik' untuk diperhatikan. Sementara Klose yang 'cuma' bertinggi 182 cm barangkali dianggap bukan ancaman yang berarti.
Tetapi kredo sepakbola di mana-mana tetaplah sama. Seorang pemain yang kurang diperhatikan justru kerap kali memunculkan hal-hal tak terduga; dan bisa jadi orang itu nanti adalah Klose.
(arp/roz)











































