Ferreira, Mourinho, dan Potensi Ulangan Sejarah 2004

Ferreira, Mourinho, dan Potensi Ulangan Sejarah 2004

- Sepakbola
Rabu, 08 Apr 2009 11:17 WIB
Ferreira, Mourinho, dan Potensi Ulangan Sejarah 2004
Jakarta - Pelatih FC Porto Jesualdo Ferreira berpotensi melakukan apa yang pernah dilakukan pendahulunya, Jose Mourinho. Kecuali bersitegang dengan Sir Alex Ferguson, ia bisa memutar ulang sejarah lima tahun silam.

Di tahun 2004, Porto menghentak sesosok "Setan Merah" dari Inggris di babak 16 besar Liga Champions. Menang 2-1 di kandang sendiri, klub Portugal itu memastikan tiket ke perempatfinal setelah menahan MU 1-1 di laga kedua di Old Trafford.

Dari situ mulai "terbongkar" bakat seorang Mourinho sebagai pelatih hebat -- dan kontroversial. Usai laga pertama, setelah ditampik Alex Ferguson saat meminta bersalaman -- Fergie kesal karena insiden kartu merah pada Roy Keane --, ia pun melontarkan pernyataan yang kelak sangat populer:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya mengerti kenapa dia sedikit emosional. Dia punya beberapa pemain top dunia dan seharusnya bisa menghasilkan yang lebih baik lagi. Anda tentu akan sangat sedih kalau tim Anda didominasi sebuah tim lawan yang dibangun mungkin hanya dengan 10 persen anggaran tim Anda."

Lalu, di pertemuan kedua di Old Trafford, Porto menahan imbang MU. Ketika itu MourinhoΒ  menjadi "orang gila" dengan selebrasi hebohnya di pinggir lapangan, yang pastinya membuat mangkel publik Manchester.

Kembali ke Ferreira, dia tak punya karakter seperti Mourinho. Bahkan sekarang pun namanya relatif tidak familiar. Ia cuma pelatih lokal yang sudah berkarir selama dua dasawarsa, tapi baru melatih dua klub top: Porto dan sebelumnya Benfica.

Menjelang pertandingan, pria 62 tahun itu tidak malu-malu mengatakan dirinya amat senang karena akhirnya bisa bertanding di Old Trafford. Ia pun tidak "meniru" Mourinho yang berkonflik dengan Sir Alex. Usai peluit panjang berbunyi, ia tampak akur-akur saja dengan Fergie. Si tuan rumah pun masih sempat menyentuh bahu Ferreira, tersenyum, dan ngobrol sejenak.

Di luar soal karakter, Ferreira sudah mendekati sejarah Mourinho 2004. Keberhasilan Hulk dkk menahan MU 2-2 di Old Trafford tentu saja sebuah prestasi positif. Gampangnya, di laga kedua di Estadio do Dragao, mereka tinggal sekali lagi menahan MU di bawah dua gol.

"Anak-anak menunjukkan kepercayaan diri dan optimisme yang luar biasa. Mereka menjalankan rencana-rencana saya," ujar Ferreira tentang kesukesan pertamanya itu.

"Sekarang, ini hebat sekali. Juga untuk kemudian. Kami telah memperlihatkan kemampuan kami," sambungnya.

Hal yang juga menarik, sejarah Porto di tahun 2004 mungkin saja bisa terulang tahun ini. Ketika itu, dengan Mourinho sebagai arsiteknya, Porto mengimbangi MU di Old Trafford, lalu keluar sebagai juara Eropa.

"Capaian tim ini sama dengan 2004," ungkap Ferreira, dikutip dari Reuters. "Kami tak cuma bertahan di babak knockout, tapi juga sedang memimpin Liga Portugal dan masuk semifinal Piala Portugal."

Kemudian, Ferreira juga membuat kalimat lain yang intinya kurang lebih sama seperti yang pernah dilontarkan Mourinho untuk "membungkam" Ferguson. Apa? Soal tim tanpa uang besar pun tetap bisa berprestasi.

"Kami bisa meraih tingkatan-tingkatan yang mampu dibuat orang lain, walaupun keadaannya tidak sama. Saya kepingin bisa bilang, kami mampu merekrut bintang-bintang besar. Tapi kenyataannya 'kan tidak. Kami harus mencari pemain-pemain yang tidak seorang pun mengenalnya. Artinya, kami memang harus lebih cerdas." (a2s/arp)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads