FIFA dan juga UEFA sempat melontarkan protes terkait aturan baru WADA soal tes doping. Dalam regulasi terbarunya itu WADA mewajibkan setiap olahragawan untuk memberitahukan keberadaannya dan meluangkan waktu satu jam tiap hari, tujuh hari sepekan, untuk melakukan tes doping.
FIFA dan UEFA menilai aturan tersebut akan sulit diterapkan saat pemain tidak sedang berada bersama timnya. Dan setelah melontarkan protes, FIFA dan WADA akhirnya mencapai kata sepakat soal tes doping terhadap pesepakbola.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami telah mencapai kesepakatan bersama. Jika ada yang dicurigai, maka siapapun dia bisa ditest, kapanpun dia diminta melakukannya," ungkap Dvorak seperti diberitakan Yahoosport.
Meski begitu WADA juga menegaskan kalau aturan ini tak berarti kalau organisasi tersebut telah memberikan perlakukan khusus buat sepakbola dan cabang olahraga sejenis lainnya.
"Tidak ada perbedaan perlakuan dalam perlakukan yang kami lakukan terhadap cabang olahraga lain. Langkah ini dilakukan karena mereka (FIFA) secara telah menyatakan akan menghormatinya (aturan tersebut)," ungkap Direktur Umum WADA, David Howman.
(din/krs)











































