Pada partai puncak Liga Champions tahun 2005, Liverpool tertinggal 0-3 dari AC Milan saat jeda paruh pertama. Tapi di babak kedua, tiga gol mampu 'Si Merah' lesakkan untuk memaksakan hasil imbang, bahkan akhirnya menang di adu penalti.
Liverpool kini ada di situasi nyaris mirip setelah kalah 1-3Β dari Chelsea dalam pertemuan pertama di Anfield. Mereka memang kurang diunggulkan karena di leg kedua akan main di Stamford Bridge, tapi juga bukannya mustahil tetap bisa lolos.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Manajer asal Spanyol itu juga meminta dukungan sepenuhnya dari para Liverpudlian sedari menit awal dalam berupaya menundukkan Chelsea dan merebut tiket lolos.
"Kami sudah pernah menang di Stamford Bridge musim ini. Kami mengakhiri catatan panjang tak terkalahkan mereka di kandang dan itu adalah suntikan besar buat kepercayaan diri kami," papar Benitez.
Selain itu, dia percaya bahwa kunci utama untuk bisa membalikkan keadaan nantinya adalah langsung bikin gol di 45 menit pertama. "Kami bisa, kalau kami bekerja keras dan mencetak gol di babak pertama. Jika tidak, secara mental akan lebih sulit."
"Kalau kami bikin gol kedua, maka mereka akan ada dalam tekanan. Tapi kami tahu kami harus nyaris sempurna. Dan kami tahu dengan Steven Gerrard dan Fernando Torres bersama di lapangan, kami punya peluang bagus," demikian Benitez.
(krs/key)











































