Dibayangi Kisah Comeback

Jelang Chelsea vs Liverpool

Dibayangi Kisah Comeback

- Sepakbola
Selasa, 14 Apr 2009 12:13 WIB
Dibayangi Kisah Comeback
Jakarta - Liverpool butuh kemenangan dengan selisih tiga gol untuk bisa menyingkirkan Chelsea. Kalau mereka bisa melakukannya, maka deretan cerita mengenai comeback ajaib semakin bertambah.

Sebelumnya, pada leg perdana yang berlangsung di Stadion Anfield sepekan silam The Reds takluk dengan skor yang cukup mencolok, yakni 1-3. Bagi The Blues, kemenangan itu membuat mereka selangkah lebih dekat dengan babak semifinal.

Tapi, nanti dulu. Liverpool pernah memiliki pengalaman membalikkan keadaan pada final Liga Champions 2005. Kala itu mereka sudah tertinggal 0-3 dari AC Milan di akhir babak pertama, namun mereka bisa bangkit dan menyamakan skor menjadi 3-3 di babak kedua.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Cerita selanjutnya, Steven Gerrard cs akhirnya menjadi tim yang mengangkat trofi juara setelah memenangi duel adu penalti.

Kemenangan Liverpool di Istanbul itu bukan satu-satunya kisah comeback yang pernah terjadi di Liga Champions. Sebelumnya pernah ada beberapa cerita lainnya, di antaranya seperti berikut:

Chelsea vs Barcelona perdelapanfinal musim 2004/05

Chelsea kalah 1-2 dalam pertemuan perdana di Nou Camp dan akhirnya bangkit pada leg kedua di Stamford Bridge. Pasukan Jose Mourinho sudah unggul 3-0 ketika pertandingan berjalan 19 menit, sebelum akhirnya dua gol Ronaldinho menipiskan kedudukan menjadi 3-2. John Terry akhirnya memastikan kemenangan timnya denngan skor 4-2. Chelsea lolos dengan agregat 5-4.

AS Monaco vs Real Madrid perempatfinal musim 2003/04

Monaco mengalami kekalahan 4-2 pada leg perdana yang berlangsung di Santiago Bernabeu. Pada pertemuan kedua di Stade de Louis II, Raul Gonzalez sempat mengecilkan peluang Monaco setelah membawa Madrid unggul 1-0 di menit 19. Agregat kala itu berubah menjadi 5-2 untuk keunggulan Madrid.

Namun, siapa sangka sebelum pertandingan berakhir Monaco mampu melesakkan tiga buah gol dan menang dengan skor 3-1. Agregat pun berubah menjadi sama kuat 5-5 dan monaco berhak melaju ke semifinal karena unggul produktivitas gol tandang.

Deportivo La Coruna vs AC Milan perempatfinal musim 2003/04

Milan tampaknya akan melangkah ke babak semifinal ketika mereka menang 4-1 dalam pertemuan perdana di San Siro. Namun, siapa sangka Super Depor mengamuk di kandang sendiri. Pada leg kedua itu, Deportivo menggulung Rossoneri dengan skor 4-0 dan berhak melaju ke semifinal dengan agregat 5-4.

Barcelona vs Chelsea perempatfinal musim 1999/00

Chelsea bermain mantap ketika mengalahkan El Barca 3-1 dalam pertemuan perdana di Stamford Bridge. Tapi yang terjadi kemudia di leg kedua adalah bencana buat mereka. Nou Camp menjadi neraka untuk The Blues ketika mereka dihancurkan 1-5 dan Barcelona pun melaju dengan agregat 6-4.

Manchester United vs Bayern Munich final musim 1998/99

Ceritanya mirip-mirip dengan final tahun 2005 namun minus adu penalti. Yang ini berawal ketika Mario Basler membawa Bayern unggul 1-0 di babak pertama dan kedudukan tersebut bertahan hingga injury time babak kedua. Tak dinyana di masa injury time itu Teddy Sheringham dan Ole Gunnar Solskjaer sukses membalikkan keadaan menjadi 2-1.

(roz/arp)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads