Sepasang gol dari Fabio Aurelio dan Xabi Alonso membuat Liverpool unggul saat turun minum. Chelsea yang unggul agregat 3-1 di leg I pun mulai ketar-ketir dibuatnya.
Akan tetapi, Didier Drogba dan Alex sukses menyamakan kedudukan lewat gol-gol mereka yang hanya saling berselang sekitar enam menit. Ditambah sepasang gol Frank Lampard untuk Chelsea plus Lucas dan Dirk Kuyt buat Liverpool, skor akhir jadi 4-4.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di satu atau dua hal, kami jadi sedikit marah karena mengingatnya dan melihat bagaimana tim bereaksi. Itu mengapa saya senang melihat (kebangkitan di) babak kedua," jelas dia kepada ITV yang dikutip Setanta Sports.
Tentu wajar kalau Hiddink marah karena dengan keunggulan 2-0, Liverpool tinggal bikin satu gol lagi untuk meraih syarat minimal buat lolos, yakni menang 3-0.
"Kalau Anda ketinggalan 0-1 dan kemudian 0-2, Anda jadi resah. Kami bicara tak kebobolan di paruh pertama, tapi bukannya dengan cara menunggu lawan belaka."
"Kami tak mau bertahan. Tapi kami melakukannya dan mencari masalah sehingga kami pun jadi gelisah," ingat Hiddink.
Setelah peluit akhir dibunyikan, tiket semifinal jadi milik 'Si Biru' yang mengungguli 'Si Merah' dengan agregat 7-5. Hiddink pun niscaya langsung bisa menarik nafas luar biasa lega usai 2x45 menit resah gelisah menjalani laga penuh drama.
(krs/a2s)











































