Pertandingan leg pertama babak semifinal Liga Champions musim 2007/08 masuk masa injury time saat publik Anfiled terhenyak oleh gol yang menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Unggul lebih dulu lewat Dirk Kuyt di paruh pertama, kemenangan yang sudah di depan mata hilang akibat gol bunuh diri Riise saat dia menanduk bola yang sudah sangat aman ke dalam gawangnya sendiri.
Entah seberapa besar signifikansi gol bek Norwegia itu terhadap pertandingan leg kedua yang dihelat sepekan kemudian. Yang jelas, Chelsea akhirnya lolos ke final setelah pada laga kedua tersebut menang 3-2 melalui perpanjangan waktu setelah pada waktu normal bermain sama kuat 1-1.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kesalahan yang dibuat kiper Spanyol itu bisa dibilang lebih fatal dari apa yang dibuat Riise. Dasarnya adalah momentum blunder yang terjadi saat The Reds dalam posisi unggul 2-0. Setelah kalah 1-3 di leg pertama, The Kop tinggal butuh satu gol lagi untuk bisa berbalik dalam posisi unggul.
Setelah The Blues mampu memperkecil ketinggalan dengan gol tersebut, mental Liverpool seperti rontok. Tuan rumah bahkan mampu menambahkan dua gol lagi secara beruntun yang sempat membalikkan keadaan menjadi 3-2 melalui aksi-aksi Alex dan Frank Lamprad.
Saat Lucas Leiva dan Kuyt mampu kembali membalikkan keadaan menjadi 4-3, semuanya seperti sudah terlambat karena waktu yang tersisa sedikit, apalagi Lampard kemudian kembali mencetak gol yang membuat skor sama kuat 4-4.
"Adalah gol pertama Chelsea yang mengubah permainan. Itu kesalahan saya pribadi. Sekarang kami harus fokus ke Premiership. Tim ini tengah dalam level yang tinggi dan kami akan terus memberi tekanan pada Manchester United," sesal Reina di AS.
Jika musim lalu blunder yang dibuat Riise memaksanya hengkang ke AS Roma, apakah nasib serupa akan mendatangi Reina tahun ini?
(din/a2s)











































