Dikejar Bisa, Menyusul pun Bisa

Dikejar Bisa, Menyusul pun Bisa

- Sepakbola
Rabu, 15 Apr 2009 10:07 WIB
Dikejar Bisa, Menyusul pun Bisa
Jakarta - Gambaran ketika Chelsea dikejar Bolton akhir pekan lalu sempat muncul ketika mereka tertinggal dua gol lebih dulu dari Liverpool. Namun, selain dikejar, The Blues pun bisa menyusul.

Hari sabtu (11/4/2009) lalu Guus Hiddink terhenyak ketika gawang timnya bisa dijebol tiga kali berturut-turut oleh Bolton di pertandingan Liga Inggris, hanya dalam waktu kurang dari sepuluh menit.

Pengejaran oleh The Trotters itu terjadi ketika Chelsea sudah memimpin 4-0. Maka ketika bisa mengamankan kemenangan walaupun dengan skor akhir yang tipis, 4-3, Hiddink pun tak segan-segan mengakui bahwa timnya teledor. Intinya, konsentrasi tak boleh buyar sebelum pertandingan selesai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nah, Rabu (15/4/2009) dinihari tadi Chelsea mengalami ketegangan serupa saat menjamu Liverpool di leg kedua babak perempatfinal Liga Champions. Namun, keadaannya justru berbeda, kendati ada yang nyaris mirip pula.

Jika di pertandingan sebelumnya mereka kebobolan tiga gol berturut-turut, kali ini Chelsea malah ketinggalan lebih dulu. Dua gol dari tendangan bebas Fabio Aurelio dan eksekusi penalti Xabi Alonso membuat keunggulan 3-1 di leg pertama milik Chelsea langsung terancam.

Komentator televisi mengatakan, lini belakang anak-anak London tampak mudah panik saat ditekan lawan. Konsentrasi Ricardo Carvalho dan Alex di sentral pertahanan menjadi sorotan. Branislav Ivanovic, yang menjadi bintang kemenangan di Anfield pun menunjukkan kepanikan itu saat menjatuhkan Alonso di kotak penalti.

Namun, Hiddink berhasil memperbaiki hal minus besar itu. Di babak kedua ia membuat Chelsea melakukan apa yang dilakukan Bolton terhadap timnya tiga hari lalu: membuat tiga gol berturut-turut untuk mengejar lawan.

Hasilnya, di menit 51, 57, dan 76 Didier Drogba, Alex dan Frank Lampard berhasil mengoyak jala Pepe Reina dan membalikkan keadaan menjadi unggul 3-2. Sebuah upaya menyusul yang mengagumkan.

Liverpool memang bisa mencetak dua gol lagi melalui Lucas Leiva (menit 80) dan Dirk Kuyt (82). Namun, boleh jadi gol-gol itu terjadi sudah dalam situasi yang hectic alias "hiruk pikuk", seperti "tak terkendali". Dan Chelsea beruntung, Lampard kembali melakukan pengejaran dan golnya di ment 89 membuat The Blues berjaya di kandang sendiri.
(a2s/arp)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads