MU sempat menjadi klub dengan lini belakang terbaik di Premiership beberapa bulan lalu. Rekor clean sheet milik Van der Sar yang bertahan hingga 1.311 menit plus gawang The Red Devils yang sempat tak kebobolan selama 15 laga Premiership adalah bukti nyata kokohnya tembok pertahanan MU.
Tapi dalam beberapa pekan ke belakang, MU justru jadi sasaran gol buat lawan-lawannya. Van der Sar beberapa kali dipecundangi, kondisi yang buntut-buntutnya adalah kekalahan yang harus ditelan Ryan Giggs cs.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi lini belakang MU belakangan memang jadi sorotan karena menjadi sangat rapuh dan begitu mudah ditembus. Cedera Rio Ferdinand danΒ skorsing terhadap Nemanja Vidic membuat Fergie bergantian kehilangan dua bek tengah terbaiknya itu.
Dalam laga kontra Sunderland dan Porto (leg pertama), Vidic diduetkan dengan Jonathan Evans. Sementara untuk laga dengan Villa justru muncul duet John O'Shea-Evans, sedangkan saat dibekap Fulham gantian Rio berduet dengan Evans. Terakhir Vidic dan Ferdinand main bareng adalah saat dipermalukan The Reds 1-4.
"Saya pikir kami bertahan dengan sangat baik dan kami sudah mengembalikan stabilitas menyusul kembalinya (Nemanja) Vidic dan (Rio) Ferdinand yang merupakan duet solid, apalagi mereka berdua juga saling memahami," ungkap Fergie mengomentari lini belakangnya seperti dikutip dari situs resmi klub tersebut.
Berangkat dari hal tersebut, Fergie punya keyakinan kalau solidnya lini pertahanan akan banyak membantu MU meraih sukses demi sukses yang sudah mereka targetkan.
"Konsentrasi pemain belakang sangat baik, mereka bertahan dengan sangat baik dan saya pikir itu merupakan kunci kemenangan kami. Jika kami bisa kembali ke pondasi ini dengan tidak mudah memberi lawan gol, maka kami bisa meraih hasil yang baik,"pungkas pelatih 67 tahun itu. (din/key)











































