Akhir pekan kemarin dalam laga Juventus kontra Inter Milan, Balotelli menjadi korban rasisme sekelompok pendukung Juventus yang kemudian berbuntut dengan jatuhnya sanksi bertanding tanpa ditemani penonton saat menjamu Lecce. Meski kemudian muncul bantahan dari salah satu kelompok ultras, kejadian tersebut tak urung telah mengundang perhatian PBB.
"Kejadian tersebut cuma puncak dari sebuah gunung es. Kami tahu kalau itu terjadi berulang-ulang, tahun ini saja otoritas sepakbola telah menjatuhkan lusinan sanksi dan juga melakukan tegguran karena ulah penonton yang melakukan aksi rasisme," ungkap Penyelidik Khusus PBB untuk rasisme, Githu Muigai, sepertio diberitakan AFP.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Buat saya ini merupakan barometer untuk mengetahui apa yang terjadi di juatung kehidupan masyarakat dan saya pikri itu berarti ada banyak pekerjaan yang harus diselesaikan," sambung Muigai di sela-sela acara konferensi PBB menentang rasisme yang digelar Selasa (21/4/2009) kemarin.
Di hari yang sama, Presiden UEFA, Michel Platini, juga mengemukakan sebuah terbosan baru yang mungkin akan diterapkan oleh banyak klub Eropa dalam waktu dekat. Rencananya, jika terdengar aksi rasisme di tengah pertandingan, maka laga akan dihentikan selama 10 menit.
"Itu membutuhkan kemauan yang besar, tapi UEFA ingin menghentikan pertandingan selama 10 menit jika terdengar teriakan rasis dan menghentikannya jika hal tersebut terus berlangsung," ungkap Platini. (din/key)











































