Barcelona punya pelajaran berharga betapa laga di kandang sendiri harus dimaksimalkan untuk menabung gol sebanyak-banyaknya, dan kalau bisa sekaligus mengubur peluang lawan. Di ajang sesengit Liga Champions, kemenangan tipis di depan publik sendiri bisa tak berarti apa-apa saat harus menjalani laga kedua di kandang lawan.
Peristiwa itu terjadi pada musim kompetisi 2004/05 di babak 16 besar. Barca yang kebagian jadi tuan rumah leg pertama memang berhasil memetik kemenangan 2-1, namun saat menjalani laga kedua di Stamfor Bridge mereka ditaklukkan The Blues dengan 2-4.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Akan sangat penting buat kami untuk fokus pada gol yang akan kami cetak, dan fokus untuk bekerja keras," ungkap Guardiola di Goal.
Selain mengejar gol, Barca tentunya juga harus menghindari gol bersarang di gawang mereka. Dan untuk hal ini, mantan gelandang internasional Spanyol itu sangat mewaspadai eksekusi bola mati mengingat Guus Hiddink punya John Terry dan Braslav Ivanovic serta Didier Drogba yang bisa sangat membahayakan.
"Orang seperti (Braslav) Ivanovic, (John) Terry, dan (Didier) Drogba sangat hebat di udara. Kami harus memastikan kami tidak membuat kesalahan dengan tendangan penjuru karena mereka memiliki kemampuan yang lebih baik dari kami," pungkas Guardiola.
(din/din)











































