Insiden ludah, ingus & flu babi ini terjadi dalam laga fase grup Copa Libertadores pada 29 April lalu di Vina del Mar, Argentina. Saat itu Hector Reynoso yang membela klub Meksiko, Guadalajara, terlibat insiden dengan seorang pemain klub Everton dari Cile.
"Di sekitar menit ke-90 pertandingan tersebut, Reynoso, menyusul sebuah insiden dalam laga itu, bereaksi dengan meludahi pemain Everton Sebastian Penco dan kemudian mengeluarkan ingusnya ke arah wajah lawan," sebut Konfederasi Sepakbola Amerika Selatan (CSF) di Reuters.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip media, usai membuang ludah dan ingus, Reynoso mengaku ke Penco bahwa dirinya terkena flu babi. Mungkin itu dimaksudkan untuk lebih menakut-menakuti Penco.
Pada prosesnya, Reynoso menyatakan sudah minta maaf dan konon sang lawan pun menerimanya. Namun, yang sudah terjadi tak bisa dihapus begitu saja.
Untuk tindakannya itu, Reynoso dihukum CSF tak boleh main lagi di Copa Libertadores musim ini. Durasi bisa bertambah karena lamanya hukuman baru akan ditentukan 72 jam ke depan.
Tindakan Reynoso kepada Penco sendiri boleh jadi didasari oleh rasa kesal yang teramat sangat. Alasannya, dalam laga Guadalajara versus Everton tersebut Reynoso cs konon terus dicela pemain lawan seputar flu babi yang berjangkit di Meksiko.
Bukan hanya itu, para pemain Guadalajara juga mengklaim menerima perlakuan tak menyenangkan kala menyambangi sebuah pusat perbelanjaan di Vina del Mar. Mereka disambut oleh orang-orang yang menutupi mulutnya, berlari, tertawa-tawa atau bikin komentar takut ketularan.
(krs/arp)











































