Setelah tampil gemilang musim lalu, sehingga diganjar penghargaan Pemain Terbaik Dunia FIFA 2008, Ronaldo cukup banyak menerima kritik musim ini. Kritik mampir karena si pemain Portugal dinilai meredup.
Akan tetapi, menjelang musim berakhir Ronaldo perlahan seperti ingin membuktikan kehebatan. Di saat-saat penting ketika timnya membutuhkan, Ronaldo berperan membawa kesuksesan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ronaldo akhirnya jadi juru selamat berkat gol semata wayang nan menentukan di leg kedua. Dari tendangan berjarak 39,6 yards atau sekitar 36,2 meter ke arah gawang, kemenangan plus tiket semifinal dipastikan.
Pada babak semifinal Liga Champions, lagi-lagi di leg kedua, Ronaldo ikut berperan penting. Dia bikin dua gol dalam kemenangan 3-1 di Emirates, Rabu (6/5/2009) dinihari WIB, untuk membawa MU lolos ke final dengan agregat 4-1.Β
Tak ayal, ketika ditanyakan apakah dia sudah kembali sehebat dulu lagi, tanpa ragu Ronaldo menukas, "Saya pikir begitu, ya. Dalam beberapa pertandingan terakhir saya merasa enak, bugar. Ini adalah saat-saat krusial di musim ini dan partai-partai terbaik masih akan datang."
Sebagai catatan, satu gol yang dia buat ke gawang Arsenal juga lahir dari tendangan jarak jauh, bahkan lebih jauh ketimbang dari yang dia cetak ke gawang Porto kendati kali ini lahir dari bola mati.
Dari catatan resmi BBC, Ronaldo meletakkan bola di jarak 41 yard (sekitar 37,4 meter) sebelum menyepaknya keras-keras melewati pagar betis pemain lawan. Bak sebuah roket, bola meluncur cepat tanpa bisa dihadang kiper Manuel Almunia.
"Tembakan itu cukup sulit ditahan karena bolanya sedikit berputar. Saya hanya mencoba sebaik mungkin menceploskan bola dan itu adalah gol bagus," nilai Ronaldo.
(krs/din)











































