Hiddink Bagai Dua Sisi Mata Uang

Jelang Chelsea vs Barcelona

Hiddink Bagai Dua Sisi Mata Uang

- Sepakbola
Rabu, 06 Mei 2009 13:08 WIB
Hiddink Bagai Dua Sisi Mata Uang
London - Manajer Chelsea Guus Hiddink bagaikan dua sisi mata uang. Sisi satu adalah takdirnya yang selalu kandas di semifinal ajang internasional, sisi lain adalah ia yang merupakan ahlinya mencuri kemenangan.

Belanda, Korea Selatan, PSV Eindhoven dan Rusia adalah empat tim yang perjalanannya berakhir di semifinal ketika ditukangi Hiddink.

Di Piala Dunia 1998, Belanda disingkirkan Brasil lewat adu penalti. Empat tahun berselang, langkah Korea Selatan yang begitu impresif takluk dengan skor 0-1 di tangan Jerman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

PSV Eindhoven harus menerima kenyataan pahit gagal melaju ke final Liga Champions 2004/05 akibat AC Milan sukses mencetak gol away. Teraktual, langkah Hiddink kandas di perebutan tiket final Euro 2008. Saat itu, tim Rusia racikannya digelontor Spanyol tiga gol tanpa balas.

Selain gagal di semifinal, Hiddink juga merupakan rajanya mencuri kemenangan, demikian diberitakan Independent. Julukan ini muncul, usai sentuhan Midas pria asal Belanda itu bisa mengubah tim-tim non-unggulan mampu berbicara banyak di pentas internasional. Bukankah Korea Selatan, PSV Eindhoven, dan juga Rusia bukan merupakan tim yang menyandang predikat 'kelas atas'?

Di ajang turnamen internasional, yakni Piala Champions, Hiddink sempat mencuri kemenangan. Itu terjadi ketika sang Meneer menukangi PSV Eindhoven di tahun 1987. Saat itu, De Boeroen baru saja kehilangan pemain terbaiknya Ruud Gullit yang hijrah ke AC Milan.

Di pra musim, PSV tampil mengecewakan. Hal ini membuat racikan Hiddink diragukan mampu mempertahankan juara liga yang mereka rebut semusim sebelumnya.

Namun, Hiddink mematahkan semuanya. Pria kelahiran 8 November 1946 itu bukan hanya sukses mempertahankan gelar liga, namun juga mempersembahkan trofi Piala Champions 1987/88.

Di turnamen antar para jawara Eropa itu, Hiddink mengantarkan pasukannya melewati hadangan tim-tim favorit seperti Bordeaux, Real Madrid, dan Benfica.

Kamis (7/5/2009) dinihari WIB, Hiddink kembali menghadapi semifinal, kali ini di ajang Liga Champions. Sang meneer harus membawa Chelsea untuk mengatasi Barcelona untuk menggenggam tiket ke laga puncak. (roz/a2s)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads