Menyambangi markas Chelsea di Stamford Bridge, Kamis (7/5/2009) dinihari WIB, Barca berhasil memetik hasil imbang 1-1. Itu cukup untuk Barca menapak ke final mengingat di leg pertama kedua tim berbagi skor 0-0.
Meski begitu, Barca yang terkenal beringas di depan gawang lawan sebenarnya praktis tak mampu menembus pertahanan Chelsea di sepanjang pertandingan. Aliran bola ke lini depan Barca lebih sering bisa diredam lini pertahanan duluan sebelum sampai ke Petr Cech.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hanya bisa sekali bikin shoot on goal, Barca sendiri sebenarnya unggul jauh dalam penguasaan bola di atas lapangan. Los Cules dicatat punya 71 persen penguasaan, sementara The Blues cuma 29 persen.
Akan tetapi, tuan rumah bisa dibilang tampil lebih mengancam. Dengan ball posession seadanya, mereka mampu melancarkan 13 tembakan dengan empat di antaranya tepat ke gawang Barca --di mana salah satunya juga menjadi gol.
Laga yang dipimpin wasit Tom Henning Ovrebo dari Norwegia itu sendiri berjalan panas layaknya sebuah partai semifinal di pentas prestisius. Chelsea dicatat melakukan 16 pelanggaran, sementara Barca 17.
Kepemimpinan wasit Ovrebo juga melahirkan total delapan kartu di laga ini. Tiga kartu kuning dijatuhkan buat pemain Barca, yakni Daniel Alves, Samuel Eto'o dan Andres Iniesta, plus kartu merah untuk Eric Abidal. Sementara Chelsea mendapat empat kartu kuning.
Dua kartu kuning terakhir untuk Si Biru, yakni untuk Michael Ballack dan Didier Drogba, dilayangkan karena memprotes kepemimpinan wasit. Drogba bahkan dikartu usai laga berakhir.
(krs/din)











































