Dengan mengandalkan penguasaan bola, Barca terus berusaha mencari celah di pertahanan kokoh Chelsea yang dalam pertandingan, Kamis (7/5/2009) dinihari WIB, sudah unggul sejak menit ke-9.
"Kami berusaha memenangi pertandingan, kami mencoba bikin peluang. Kami tak banyak menciptakannya dan sulit melawan tim Chelsea yang kami harapkan akan lebih banyak menekan," aku Guardiola di Guardian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan keadaan tertekan karena ketinggalan satu gol, kalah jumlah pemain dan sedang tampil di kandang lawan, Guardiola tak serta merta buru-buru mengubah gaya permainan atau melakukan pergantian. Yang pertama bahkan baru terjadi pada menit ke-85, dengan memasukkan Bojan Krkic untuk menggantikan Sergi Busquets.
"Saya punya banyak keyakinan kepada tim. Kami terus maju, kami konsisten. Kami menjalani 25 menit dengan 10 orang dan Chelsea tetap saja bertahan. Kami terus berusaha bikin gol dan menjaga ancaman itu sampai menit-menit akhir," papar Guardiola.
Tak percuma, memasuki menit ketiga babak injury time, Andres Iniesta bisa melesakkan bola ke dalam gawang Petr Cech untuk menjadikan skor 1-1, hasil yang cukup buat Barca ke final dengan keuntungan bikin gol di kandang lawan usai keduanya berbagi skor tanpa gol di laga pertama.
Setelah skor 1-1 itulah baru Guardiola melakukan dua pergantian pemain lagi, termasuk Iniesta, niscaya atas nama strategi.
(krs/din)











































