Diego dipastikan tak tampil membela Bremen saat menghadapi Shakhtar Donetsk di final PialaΒ UEFA, Kamis (21/5/2009) dinihari WIB di Istanbul, karena harusΒ menjalani skorsing akumulasi kartu.
Kehilangan pemain internasional Brasil itu tentu sebuah hantaman buat Bremen. Diego adalah pilar permainan Die Grun-Weissen (si Hijau-Putih) dan musim ini ia telahΒ mengoleksi enam gol di Eropa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di musim keduanya di Bremen, Ozil dinilai sudah makin matang permainannya. Pemuda 20 tahun ini telah tampil dalam 36 pertandingan di semua kompetisi dan mencetak lima gol. Sebelumnya ia bermain di Schalke selama dua musim (2006-2008).
Menanggapi sosok Ozil sebagai calon suksesor Diego apabila jadi hengkang ke Juventus, gelandang senior Torsten Frings mengatakan bahwa Bremen tidak akan memberi tekanan berlebih pada pemain yang masih belia itu.
"Semua mata akan tertuju pada dia. Tapi dia bisa membuat perbedaan dengan caranya sendiri, seperti yang telah ditunjukkannya musim ini. Kemajuannya sangat pesat," tuturnya, yang bersama Ozil dan Thomas Schaaf hadir dalam jumpa pers pra pertandingan di Istanbul, Selasa (19/5/2009).
"Namun kita tidak boleh memberi tekanan berlebihan pada pemain yang masih berumur 20 tahun. Kita semua harus membantunya," sambung Frings dikutip dari AFP.
Ozil sendiri mengaku siap menggantikan peran Diego meski juga mengakui bahwa absennya Diego merupakan suatu kehilangan besar.
"Absennya Diego merupakan suatu kehilangan besar. Namun kami juga pernah berhasil memperoleh kemenangan tanpa dia dan saya tahu kemampuan saya," ujarnya.
(a2s/arp)











































