Shakhtar keluar sebagai juara Piala UEFA musim ini usai menundukkan Werder Bremen dengan skor 2-1. Usai bermain imbang 1-1 selama 90 menit, Shakhtar akhirnya mencetak gol kemenangan di extra time lewat usaha Jadson.
Dengan keberhasilan ini, Shakhtar mencatat rekor dengan memenangi gelar di kancah Eropa untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka. Klub asuhan Mircea Lucescu itu juga menjadi juara di edisi terakhir Piala UEFA.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemenangan ini akan memberikan kami kepercayaan diri untuk meraih babak perempatfinal atau semifinal Liga Champions," tandasnya.
Lucescu juga menyebut bahwa sudah saatnya kini klub-klub Eropa Timur berbicara lebih banyak di ajang Liga Champions. Ia yakin bahwa sebenarnya klub-klub Eropa Timur memiliki potensi yang cukup besar untuk menjuarai Liga Champions.
"Tuuan saya berikutnya adalah membangun tim ini dan membuatnya lebih bagus dari hari ini. Saya memiliki hasrat dan saya ingin memberikan keyakinan kepada pemain-pemain saya."
"Liga Champions kini menjadi target dari klub-klub Eropa Timur. Kami telah bermain di level yang tinggi, meski sampai saat ini kami masih memiliki masalah dengan level kompetisi domestik kami."
"Sekarang saya pikir klub-klub Eropa Timur memiliki kesempatan untuk menjuarai Liga Champions dan kami akan mencoba untuk melakukannya."
Musim ini, perjalanan Shakhtar di Liga Champions hanya sampai putaran grup. Berada di Grup C bersama Barcelona, Sporting Lisbon, dan FC Basel, Shakhtar hanya mampu finis di urutan tiga klasemen grup. Imbasnya mereka pun terbuang ke Piala UEFA.
(roz/arp)











































