Kejadian tersebut berlangsung di Stamford Bridge, 6 Mei lalu. Chelsea yang disisihkan Barca merasa wasit Tom Henning Ovrebo memimpin pertandingan dengan tidak adil dan protes keras berterbangan.
Drogba yang terlihat paling marah di lapangan dikenai tuduhan tindakan tidak pantas. Penyerang Pantai Gading itu mencoba mendekati Ovrebo sebelum kemudian ia mengucapkan kalimat kasar di hadapan kamera televisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"UEFA hari ini mengumumkan telah memulai penyelidikan disiplin terhadap Chelsea FC dan dua pemainnya, Didier Drogba dan Jose Bosingwa pasca semifinal Liga Champions di Stamford Bridge," ujar pernyataan UEFA di Reuters.
Selain Drogba dan Bosingwa, Chelsea juga tak luput dari ancaman hukuman karena adanya pelemparan sejumlah benda ke tengah lapangan oleh para pendukungnya.
"Tuntutan disipliner ini juga diajukan kepada Chelsea FC karena mereka bertanggungjawab atas tindakan pemain mereka serta pelemparan milis oleh para suporternya," demikian pernyataan UEFA.
Satu pemain yang juga memprotes keras putusan-putusan Ovrebo adalah Michael Ballack yang menabrakkan badannya ke wasit asal Norwegia itu. Namun gelandang Chelsea asal Jerman itu lepas dari tuntutan.
UEFA telah meminta Chelsea, Drogba dan Bosingwa untuk mengajukan pembelaan pada 29 Mei depan. Komisi Disiplin dan Kontrol UEFA selanjutnya akan mengeluarkan vonis pada 17 Juni.
(arp/arp)











































