Penunjukkan Busacca diumumkan pihak UEFA hari ini, Senin (25/5/2009), dua hari sebelum kickoff MU versus Barcelona di stadion Olimpico, Roma, Italia. Dia dibantu dua kompatriotnya, Matthias Arnet and Francesco Buragina. Sebagai wasit cadangan alias wasit keempat adalah Claudio Cichetta, juga dari Swiss.
Ini adalah final Liga Champions pertama buat Busacca yang dipastikan meningkatkan reputasi karirnya, setelah dua tahun lalu memimpin final Piala UEFA antara Sevilla melawan Espanyol. Ia juga mewasiti semifinal Piala Eropa tahun lalu antara Jerman versus Turki.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang sangat menarik, ini adalah kali kedua Busacca memimpin pertandingan MU versus Barcelona. Yang pertama adalah di semifinal pertama Liga Champions musim lalu di Nou Camp.
Ia memberi penalti buat MU di menit ketiga karena bek tuan rumah, Gabriel Milito, handsball di kotak 16 meter. Akan tetapi eksekusi Ronaldo melebar. Pertandingan berkesudahan 0-0, lalu MU menang 1-0 di leg kedua di Old Trafford -- dan mengalahkan Chelsea di final.
Dari data yang dirangkum dari situs Wikipedia, Busacca mulai menggeluti profesi wasit pada tahun 1990. Ia telah menjadi ofisial Liga Swiss dari 1996, dan tiga tahun kemudian memperoleh predikat wasit FIFA.
Pria berusia 40 tahun ini, yang juga seorang pengusaha di bidang properti, menyukai ski, tenis, dan travelling. Ia kerap menghabiskan liburan musim panas di Lloret de Mar, Catalonia (Spanyol), dan dikabarkan berteman dekat dengan mantan presiden Barcelona, Joan Gaspart.
Di Piala Dunia 2006 di Jerman, ia mewasiti antara lain Ukraina vs Spanyol di babak grup. DiΒ menit 47 ia mengusir Vladislav Vaschuk dan memberi penalti kontroversial buat Spanyol. Dalam tayangan ulang berbagai sudut, terjatuhnya Fernando Torres tidak disebabkan kontak dengan Vaschuk.
Sebaliknya, Busacca tidak memberi hadiah penalti kepada Ukraina ketika Andriy Voronin terlibat dalam situasi serupa di kotak pertahanan Spanyol. Di laga itu tim 'Matador' menang telak 4-0.
Di babak perempatfinal turnamen yang sama, Busacca dipercaya memimpin partai Argentina versus Meksiko. Ia dikritik karena tidak memberi kartu merah pada Gabriel Heinze sewaktu menjatuhkan Fransisco Fonseca, padahal ia orang terakhir di lini belakang Argentina sebelum kiper. Sang wasit hanya menghukum Heinze dengan kartu kuning.
(a2s/a2s)











































