Final Ketat Biasa Buat MU

Jelang Final Liga Champions

Final Ketat Biasa Buat MU

- Sepakbola
Selasa, 26 Mei 2009 03:51 WIB
Final Ketat Biasa Buat MU
Manchester - Barcelona jelas bukan lawan yang enteng untuk Manchester United. Namun pada kenyataannya The Red Devils sangat akrab dengan laga final yang berlangsung ketat.

Sudah tiga kali MU merasakan partai final Liga Champions, dengan yang pertama pada tahun 1968. Dalam final yang dihelat di Stadion Wembley ini 'Setan Merah' keluar sebagai juara usai menundukkan Benfica dengan skor 4-1.

Meski skornya terbilang mencolok, MU tak meraihnya dalam waktu normal. Skuad yang kala itu masih dilatih oleh Sir Matt Busby harus melewati extra time sebelum akhirnya bisa mengangkat trofi juara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Waktu terus berjalan dan 31 tahun kemudian, atau pada tahun 1999, MU baru kembali ke laga final. Berhadapan dengan Bayern Munich, Ryan Giggs cs tertinggal 0-1 hingga injury time. Sisanya seperti yang sudah diketahui banyak orang, dua gol dari Teddy Sheringham dan Ole Gunnar Solskjaer di penghujung laga sukses membalikkan keadaan dan MU pun menggondol titel juara kedua mereka di Liga Champions.

Terakhir adalah tahun lalu, di mana mereka mengalahkan sesama wakil Inggris, Chelsea. Kali ini MU harus melalui drama adu penalti sebelum keluar sebagai juara. Yang menjadi pahlawan adalah Edwin Van der Sar yang sukses menggagalkan ekskutor terakhir The Blues, Nicolas Anelka.

Bagaimana dengan tahun ini? Barca yang menjadi lawan adalah tim paling subur di Liga Champions musim ini, bahkan sepanjang musim mereka bisa menang dengan skor telak di La Liga. Bisa dibilang Los Blaugranas adalah lawan berat.

Bisa jadi pasukan Sir Alex Ferguson akan kembali mengalami partai final yang tidak mudah. Namun, Nemanja Vidic, optimistis timnya bakal mampu mengatasi tekanan lantaran mereka sudah bisa menghadapi hal semacam itu.

"Jika kami butuh gol-gol maka kami akan mencetaknya. Dalam beberapa pertandingan kami pernah tertinggal satu atau dua gol tapi akhirnya bisa keluar sebagai pemenang," tukas dia di Reuters.

"Kami telah membuktikan bahwa ketika kami membutuhkan gol, maka para penyerang kami bisa melakukannya. Tim mana pun yang maju ke final adalah tim yang bagus dan ini akan menjadi final yang menarik," tutupnya. (roz/arp)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads