Hingga kini Fergie memang belum mengumumkan secara resmi skuad yang bakal dia turunkan saat menghadapi Barcelona di final Liga Champions. Namun menyusul sumbangan satu gol Park di Emirates Stadium saat menundukkan Arsenal 3-1, Si Bos sudah menjanjikan satu tempat di skuadnya buat gelandang 28 tahun itu.
Jika Fergie menepati janjinya, maka Park akan mencatat sejarah sebagai orang Asia pertama yang merumput di laga puncak kejuaraan antarklub terbaik dunia, Liga Champions. Sesuatu yang gagal dia dapatkan musim lalu setelah secara mengejutkan tak dibawa Fergie ke Moscow menghadapi Chelsea.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat saya masih bersama PSV Eindhoven di Belanda, beberapa orang masih berpikir kalau orang Asia tak cukup bagus untuk bisa bermain di Eropa. Selalu bagus untuk bisa menaikkan tantangan dan membuktikan kalau mereka salah".
"Saat pertama datang ke Manchester United, saya harus membuktikan kemampuan saya lagi. Sekarang semua orang tahu kalau saya di sini tak cuma untuk menjual jersey," ungkap Park dalam sebuah acara dokumenter yang disiarkan televisi Korea Selatan seperti diberitakan Reuters.
Terkait kisah suksesnya menembus papan atas sepakbola Eropa, Park sudah mengawali perjuangannya sejak masih sangat belia ketika memperkuat klub Jepang, Kyoto Purple Sanga. Perjalanan karir pria kelahiran Seoul jauh dari mudah, di masa remajanya dia bahkan ditolak oleh beberapa klub lokal lantaran ukuran badan yang dianggap terlalu kecil.
Park beruntung karena orang tuanya ikut mendorong dia mewujudkan impian menjadi pesepakbola besar. Seperti diceritakannya sendiri dalam film dokumenter tersebut, Park mengaku selalu diberikan sup katak oleh orangtuanya demi meningkatkan stamina dan kekuatan di atas lapangan.
"Mereka bilang itu baik untuk kesehatan saya untuk bisa jadi lebih kuat dan saya makan apapun yang bisa meningkatkan kesehatan saya. Ada kalanya saya muntah karena rasanya tak enak, tapi saya terus melakukannya karena di dalam hati saya ingin menjadi pesepakbola yang lebih baik. Kekuatan itu lebih besar dibanding rasa tak enak dari makanan saya setiap hari. Saya akan melakukan apapun untuk menjadi lebih baik," sambung dia.
Park benar-benar harus melewati masa sulit saat memulai karirnya di Eropa bersama PSV Eindhoven. Di awal kedatangannya di Philips Stadion dia harus menerima disoraki fans sendiri.
Di Old Trafford perjalanan karirnya jauh membaik, meski tak juga berjalan mulus. Setelah diboyong Fergie tahun 2005, perlahan namun pasti Park mampu mengukuhkann dirinya menjadi bagian tak terpisahkan dari lapangan tengah The Red Devils. Namanya makin sering muncul di daftar pemain utama di paruh kedua musim tersebut.
Salah satu penampilan terbaik Park adalah di semifinal Liga Champions musim lalu saat menghadapi Barcelona. Pesepakbola yang sudah menyumbang 10 gol dari 77 penampilan bersama timnas Korea Selatan itu bahkan menjadi man of the match, kondisi yang sayangnya tak menggerakkan Fergie untuk menyertakannya menghadapi Chelsea dalam laga final di Moscow.
"Saya tak mau menjadi terkenal atau populer; Saya hanya ingin menjadi pemain yang bagus," pungkas Park menyoal sedikitnya warga Kota Manchester yang mengenali dirinya di luar lapangan.
(din/krs)











































