Inter Milan, AS Roma, Juventus dan Fiorentina yang mewakili Italia pada kompetisi Liga Champions musim ini tak bisa berbuat banyak untuk bisa memupus dominasi Premiership. Mereka semua rontok bahkan sebelum sampai babak semifinal.
Fiorentina jadi yang pertama tersingkir. Kalah bersaing dengan Bayern Munich dan Olimpique Lyon, La Viola sudah terdepak saat masih berada di fase fase grup.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jadilah tak ada wakil Seri A yang berlaga di final. Publik sepakbola Italia cuma bisa menjadi penonton saat salah satu stadion terbaik mereka, Olimpico Roma, menghelat laga antara Manchester United dan Barcelona.
Kecewa jelas dirasakan publik Italia karena tak punya wakil di final. Namun begitu, fakta bahwa negaranya dipercaya menjadi tuan rumah laga final tetap disambut positif oleh Demetrio Albertini. Wakil Presiden FIGC itu menganggap penunjukkan sebagai tuan rumah adalah kehormatan besar buat negara semenanjung tersebut.
"Ini adalah trofi terbesar dan kompetisi terbesar untuk para pemain klub. Sama dengan mereka (pemain), para fans juga ingin hadir di final. Jadi, untuk menjadi penyelenggara dan mengadakan di negara kami, di Roma, sebuah kota yang hebat. itu menjadi sebuah kebanggaan besar bagi kami," papar Albertini kepada situs resmi UEFA.
Kegagalan menembus final musim ini melanjutkan kegagalan klub-klub Italia sejak tahun kemarin. Musim 2007/08, Roma menjadi wakil Seri A terakhir yang bertahan di Liga Champions sebelum disingkirkan MU pada babak perempatfinal.
AC Milan menjadi klub terakhir yang lolos ke final pada tahun 2007. Dalam final yang dilangsungkan di Yunani, Rossoneri keluar sebagai juara usai menundukkan Liverpool dengan 2-1. (mrp/din)











































