Ronaldo Jambak Lawan, Fans Serang Pemain

Ronaldo Jambak Lawan, Fans Serang Pemain

- Sepakbola
Rabu, 27 Mei 2009 09:15 WIB
Ronaldo Jambak Lawan, Fans Serang Pemain
Jakarta - Striker Corinthians Ronaldo dijatuhi skorsing satu pertandingan gara-gara menjambak rambut seorang lawannya. Sementara itu seorang pemain Fluminense diserang suporter saat berlatih.

Ronaldo dilarang tampil dalam satu pertandingan setelah komisi disiplin Liga Brasil hari Selasa (26/5/2009) memutuskan dia bersalah dari insiden yang terjadi pada duel Corinthians versus Botafogo 10 hari silam.

Kejadian itu adalah saat Ronaldo terlibat perseteruan dengan bek Botafogo, Fahel. Keduanya saling dorong, dan mantan pemain terbaik dunia itu sempat menarik alias menjambak rambut lawannya itu. Walaupun tidak terlihat wasit, tapi insiden itu tertangkap kamera televisi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemain yang pernah membela PSV Eindhoven, Barcelona, Inter Milan, Real Madrid dan Inter Milan itu sejauh ini telah mencetak delapan gol bersama Corinthians, setelah pulih dari cedera lutut selama satu tahun.

Sementara itu dari Rio de Janeiro dilaporkan, sekelompok suporter Fluminense menyerbu tempat latihan klubnya. Sekitar 30 orang memasuki lapangan ketika para pemain sedang menjalani program latihan.

Seorang fans terlihat melayangkan pukulan kepada gelandang Digunho, yang sempat memukul balik sebelum ngacir lewat pintu samping. Para suporter yang sedang marah itu berhasil dihalau keluar setelah petugasΒ  melepaskan tembakan ke udara.

Setelah ketegangan mereda, para pemain kembali ke lapangan dan melanjutkan latihannya di bawah penjagaan polisi. Adapun fans melanjutkan perdebatannya dengan ofisial klub. Demikian dilansir dari Reuters, Rabu (27/5/2009).

Aksi yang dimaksudkan sebagai protes itu dilakukan setelah Fluminense, yang ditangani pelatih top Carlos Alberto Parreira, kalah dua kali berturut-turut di kandang sendiri dari Corinthians dan Santos.

"Kami mengerti, suporter Fluminense tidak puas dengan hasil baru-baru ini. Tapi kita takkan menerima, dalam keadaan apapun, aksi-aksi vandal yang mereka lakukan hari ini. Penyerang oleh orang-orang vandal ini tidak bisa diterima, apalagi di tempat para pemain bekerja," ujar seorang ofisial klub bernama Marcelo Penha.
(a2s/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads