Setelah hengkang dari Barcelona, Guardiola melanjutkan karir bermainnya di Italia. Setahun memperkuat Brescia, sang gelandang lantas hijrah ke klub ibukota, AS Roma.
Di sanalah Guardiola mengalami kejadian tak mengenakkan. Januari 2002, Guardiola dihukum skorsing empat bulan akibat terbukti positif doping substansi terlarang nandrolone.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lima tahun kemudian, banding Guardiola diterima dan ia pun dinyatakan bersih dari doping. Meski begitu, tetap saja Italia menanamkan kenangan buruk kepada pria yang memulai karir kepelatihannya di Barcelona B itu.
Trauma itu sempat membayangi ketika Guardiola yang sudah naik pangkat jadi pelatih Barcelona A alias Barcelona senior membimbing tim asuhannya menuju final Liga Champions, Kamis (28/5/2009) dinihari WIB.
Namun semua trauma itu lenyap seketika saat Barcelona mengungguli Manchester United dengan skor 2-0. Los Azulgrana pun dinobatkan sebagai jawara baru di Benua Biru.
Dari sebuah kota yang pernah membuatnya trauma, barangkali kini Guardiola akan memandang Roma sebagai sebuah kota yang indah karena di 'Kota Abadi' ia menaklukkan Eropa.
(arp/a2s)











































