Satu gol dari Samuel Eto'o dan satu gol tambahan dari Lionel Messi membungkam MU di final yang dilangsungkan di Stadion Olimpico, Roma, Kamis (28/5/2009) dinihari WIB.
Sebuah hasil yang cukup menyesakkan bagi Michael Carrick. Menurutnya, kekalahan itu bisa berubah seandainya MU bisa unggul saat mereka mengambil inisiatif serangan di 10 menit pertama laga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Memang, setelah menghasilkan sejumlah peluang di 10 menit pertama, angin berbalik jadi tak menguntungkan MU. Serangan perdana Barca sukses dikonversi jadi gol oleh Eto'o.
"Setelah itu, situasi tidak berjalan baik bagi kami. Kami masih punya kesempatan untuk mencetak gol, namun kami tidak bisa mengambil kans itu," sesal eks gelandang Tottenham Hotspur itu.
Carrick lebih lanjut mengakui bahwa Barcelona tampil lebih baik ketimbang timnya. Pasukan asuhan Josep Guardiola itu memang layak menjadi penguasa baru sepakbola Eropa.
"Kredit bagi Barcelona. Mereka adalah sebuah tim yang punya pemain-pemain bagus dan mereka pantas menang malam ini. Kami tidak bisa mendebatnya," tukas gelandang berusia 27 tahun tersebut.
"Kami sudah tidak terkalahkan di kompetisi ini selama dua tahun dan sedihnya rekor itu berakhir di malam yang salah. Saya pikir kami harus bangga dengan pencapaian kami, tetapi ini tetap sulit ditelan," tutup Carrick.
(arp/krs)











































