Di Montevideo, Minggu (7/6/2009) pagi WIB, Brasil menghantam tuan rumah empat gol tanpa balas. Dalam laga itu, Robinho dkk memilih bermain defensif dan menghantam lawan melalui serangan balik.
Meski hasil ini membuat Brasil memuncaki klasemen sementara kualifikasi Piala Dunia 2010 zona Conmebol, taktik Dunga dikritik. Mantan penyerang Tostao bilang Selecao lebih mirip Italia ketimbang Brasil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah Brasil bisa menyamai tim lain dalam hal motivasi dan keinginan menang, baru teknik kami yang akan membuat perbedaan," cets Dunga sengit seperti dikutip Reuters.
"Itulah mengapa kami bilang kalau bakat saja tak cukup. Talenta tentu saja sangat penting, tetapi itu harus dipadukan dengan hal-hal lain agar berfungsi," imbuh pelatih berusia 45 tahun itu.
Dunga mengulas pengalaman di masa lalu di mana Brasil selalu disanjung sebagai tim yang bertabur pemain-pemain berbakat tetapi pada akhirnya gagal untuk mencapai prestasi memuaskan.
"Pada banyak kesempatan, Brasil punya pemain-pemain berkualitas tinggi tetapi mereka gagal mencapai hasil baik," tegas Dunga.
(arp/key)











































