"Saya tak terhibur saat menyaksikan final Liga Champions. Membosankan. Hanya ada satu tim di lapangan dan itu adalah Barcelona," ungkap Hiddink dalam wawancaranya dengan suratkabar Express seperti diberitakan Telegraph.
Manchester United kalah 0-2 atas Barcelona dalam laga final di Stadion Olimpico Roma pada akhir Mei lalu. Setelah banyak tertekan di awal laga, sebuah gol dari Samuel Eto'o di menit 10 mengubah jalannya pertandingan karena setelah itu The Catalans tampil dominan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tak ada perlawanan diberikan dan itu membuktikan kalau sangat penting untuk menganalisa musuh. Barcelona memainkan sepakbolanya sendiri, tapi mereka juga tahu dengan sangat baik apa saja kelemahan Manchester United."
"Lionel Messi tidak biasanya bermain di kanan karena dia digeser ke tengah. Dan Samuel Eto'o pindah ke kanan. Perubahan taktik itu menunjukkan kalau Barcelona sangat memahami bagaimana untuk membuat kerusakan maksimal di kubu MU," pungkas Hiddink yang kini kembali ke Rusia usai mengantar Chelsea memenangi Piala FA. (din/key)











































