Laga yang akan digelar di Stadion Wembley, Kamis (11/6/2009) dinihari ini berlangsung di tengah aksi mogok para pekerja sektor transportasi selama 48 jam. Aksi itu dilangsungkan sejak Selasa pukul tujuh malam waktu setempat.
Seperti diberitakan BBC , kereta bawah tanah di London berhenti beroperasi. Sementara itu kereta api akan beroperasi meski dengan armada dalam jumlah terbatas.
"Suporter harus siap untuk perjalanan yang tidak menyenangkan. Suporter tidak boleh terlalu bergantung kepada transportasi umum," ujar chief executive FA Ian Watmore.
FA dan pihak-pihak terkait sudah menyiapkan langkah antisipasi. Pintu masuk stadion dibuka lebih awal dan mempersiapkan kantong-kantong parkir di sekitar Wembley. Layanan angkutan umum gratis melalui sungai dan 100 bis tambahan akan dikerahkan pemerintah agar tidak terjadi kekacauan.
Namun layanan kereta Chiltern Railways yang biasanya berhenti di stasiun di dekat Stadion Wembley rencananya tidak dioperasikan, agar tidak terjadi penumpukan massa yang berpotensi menimbulkan kerawanan.
Bagaimana bila penonton batal menyaksikan laga secara langsung? "Bagi penonton yang sudah memiliki tiket dan batal menyaksikan laga tersebut, maka uang tiket akan dikembalikan," tambah Watmore seperti dilansir dari Telegraph.
Sayangnya solusi ini kurang mendapat sambutan dari kelompok-kelompok suporter. "Kami salut dengan sikap FA yang siap mengembalikan uang tiket. Namun kebijakan untuk kereta api yang tidak berhenti di stasiun Wembley sungguh aneh," ujar Malcolm Clarke, ketua dari Football Supporters' Federation.
"Kami diminta untuk siap-siap mengalami ketidaknyamanan. Namun hanya sedikit alternatif yang diberikan. Mereka bisa saja berkata membuka parkir, mencabut sementara peraturan larangan parkir di tempat-tempat tertentu, atau menambah bis. Namun, kami melihat belum ada yang dilakukan," tambah Mark Perryman, ketua kelompok suporter Inggris yang berbasis di London.
(key/krs)











































