Rekam jejak Portugal di kualifikasi Grup 1 Piala Dunia 2010 zona UEFA memang tidak meyakinkan. Dari enam pertandingan, mereka hanya berhasil memetik dua kemenangan, tiga kali seri dan sekali kalah.
Dua kemenangan itu pun diraih Portugal atas dua tim lemah, yakni Malta dan Albania. Kemenangan atas yang terakhir ini diraih dalam pertandingan yang digelar akhir pekan lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun setelah mengatasi Albania, Portugal kembali ke selera asalnya, yaitu seri. Tanpa bintang-bintangnya seperti Deco dan Cristiano Ronaldo, Seleccao ditahan 0-0 oleh Estonia di pertandingan friendly.
Queiroz selaku arsitek tim mengaku bahwa hasil seri lawan Estonia tidak berarti negatif. Keputusannya menurunkan pemain-pemain pelapis disebutnya sebagai upaya memberi mereka kesempatan.
"Tujuan utama dari pertandingan tadi adalah membiasakan pemain di lapangan, membuat mereka banyak bermain, tumbuh lebih matang dan berpengalaman. Itu semua tercapai," kata Queiroz di situs Federasi Sepakbola Portugal.
Meski begitu, hasil itu tetap menimbulkan kekhawatiran. Di tengah kewajiban untuk meraih hasil positif di laga kualifikasi tersisa, Portugal malah melempem.
Sebagai kesulitan tambahan, di tiga laga tersisa, Portugal dua kali akan bertandang yakni melawan Denmark dan Hongaria. Satu laga lainnya, yaitu menghadapi Malta, akan digelar di markas sendiri.
Di tiga pertandingan itu, Portugal wajib menghapus 'kebiasaan' mereka untuk seri. Karena bila tidak, maka bersiaplah Piala Dunia 2010 akan kehilangan salah satu calon kontestan terbaiknya.
(arp/a2s)










































