Dukungan itu secara resmi disampaikan Rudd saat menggelar upacara resmi di hadapan Parlemen Australia. Rudd mengatakan bahwa Federasi Sepakbola Australia (FFA) mendapat sokongan penuh pemerintah.
"Peluang untuk Australia dibanding delapan calon lain sangat terjal. Namun Pemerintah di belakang pencalonan itu dan kami sebagai bangsa juga berada di belakangnya," klaim Rudd dikutip AFP.
Bila sukses membawa pentas sepakbola terbesar dunia itu ke 'Benua Kanguru', Rudd tahu bahwa negerinya akan memperoleh banyak keuntungan. Secara finansial saja, Australia bisa mendapat suntikan 4,07 miliar dolar AS untuk ekonominya.SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemasukkan yang diturunkan, jika Anda juga menghitung jumlah kunjungan, serta dari kesempatan tambahan untuk bisnis yang bisa didirikan, event ini bisa menghasilkan 5 miliar dolar Australia (AS$ 4,07 miliar)," tambahnya.
Selain Rudd, acara peluncuran bidding Australia juga dihadiri oleh dua pemain mereka yang berkompetisi di Liga Inggris. Mereka adalah kiper Fulham Mark Schwarzer dan bek Blackburn, Lucas Neill.
Demi mendapat hak tuan rumah tahun 2018 atau 2022, Australia akan bersaing dengan Belgia-Belanda, Inggris, Indonesia, Jepang, Meksiko, Portugal-Spanyol, Rusia dan Amerika Serikat (2018 saja) serta tambahan Qatar dan Korea Selatan (2022).
(arp/arp)











































