Rossi dan De Rossi Menangkan Azzurri

Piala Konfederasi

Rossi dan De Rossi Menangkan Azzurri

- Sepakbola
Selasa, 16 Jun 2009 03:27 WIB
Rossi dan De Rossi Menangkan Azzurri
Pretoria - Dua gol dari Giuseppe Rossi dan satu gol ciptaan Daniele de Rossi memberi kemenangan pada Italia dalam laga pertamanya di Piala Konfederasi 2009. Menghadapi 10 pemain Amerika Serikat, Azzurri menang 3-1.

Bertanding di Super Stadium, Pretoria, Afrika Selatan, Selasa (16/6/2009) dinihari WIB, Italia kebobolan lebih dulu di babak pertama, justru setelah AS kehilangan seorang pemainnya, Ricardo Clark, yang diganjar kartu merah. Gol US Army diukir Landon Donovan lewat titik penalti.

Memperbaiki performanya pascaturun minum, tim asuhan Marcello Lippi mencetak gol balasan melalui Rossi di menit 58. De Rossi membalikkan keadaan dan membawa Italia memimpin, dan di menit-menit akhir Rossi memantapkan kemenangan tim juara dunia ini dengan skor 3-1.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hasil ini membuat Italia memimpin klasemen Grup B bersama Brasil. Kedua tim sama-sama memiliki tiga poin, tapi Italia unggul selisih gol setelah 'Tim Samba' memetik kemenangan tipis 4-3 atas Mesir beberapa jam sebelumnya.

Italia kesulitan di babak pertama


Pertarungan lebih banyak terjadi di lapangan tengah. Italia yang dihuni nama-nama beken mendapat kesulitan dalam menciptakan kreasi guna membuat terobosan ke jantung pertahanan lawan. AS bermain agresif dan baik dalam menutup celah yang dimanfaatkan Italia.

Peluang pertama dimiliki Azzurri melakui tembakan kaki kiri dari luar kotak penalti, yang dilakukan Alberto Gilardino, tapi bisa dijinakkan kiper Tim Howard. Kemudian, Nicola Legrottaglie menyundul bebas bola sepak pojok, namun arahnya melenceng.

AS memberi serangan balasan melakui counter attack yang cepat. Dua kali mereka melakukannya melalui Michael Bradley dan Jozy Altidore, namun tembakan mereka tidak bagus, walaupun tinggal berhadapan dengan kiper Gianluigi Buffon.

Italia mencoba peruntungannya melalui tendangan bebas Andrea Pirlo dari luar kotak penalti. Namun Howard berhasil menghalaunya.

Di menit 33 terjadi insiden kontroversial. Ricardo Clark menghajar kaki Gennaro Gattuso, dan wasit langsung mencabut kartu merah. Para pemain AS memprotes keputusan ini, terutama kapten Donovan, karena kartu merah dianggap berlebihan.

Kehilangan satu pemain tidak membuat AS menurun permainannya. Italia pun tak otomatis menemukan cara efektif untuk mengalirkan penyerangan yang baik. Duet striker Vincenzo Iaquinta dan Alberto Gilardino pun masih "ompong".

Di menit 38 terjadi gol di gawang AS dari sontekan bek kanannya sendiri, Jonathan Bornstein. Namun gol bunuh diri itu dianulir karena Gilardino yang saat itu memberi pressure pada Bornstein dalam posisi offside. Dalam tayangan ulang, keputusan asisten wasit tepat.

Lima menit menjelang babak pertama selesai, AS melakukan serbuan ke wilayah pertahanan Italia. Dalam sebuah perebutan bola, bek Giorgio Chiellini menendang kaki Altidore sampai terjatuh, dan tak pelak lagi wasit menunjuk ke titik putih.

Donovan mengeksekusi penalti tersebut dengan baik. Ia mengirim bola ke arah kiri gawang Buffon, sementara sang kiper Italia bergerak ke kanan. AS, yang dalam keadaan kalah jumlah pemain, unggul 1-0 sampai halftime.

Di babak kedua Italia mencoba bermain lebih cepat. Sepuluh menit dari restart, Lippi menarik Mauro Camoranesi dan Gattuso, dan memasukkan Rossi dan Ricardo Montolivo.

Perubahan itu membuahkan hasil yang efektif, terutama pada diri Rossi. Dua menit berada di lapangan, penyerang klub Villarreal itu melakukan aksi brilian yang membangkitkan gairah di kubu Italia.

Merebut bola dari lingkaran lapangan tengah wilayah permainan AS, Rossi menggiring bola beberapa meter, lalu melepaskan tembakan keras dengan kaki kiri dari jarak sekitar 30 meter. Bola melesat sangat kencang dan akurat menuju pojok kanan gawang Howard, dan tak bisa dihentikan oleh penjaga gawang asal Everton tersebut.

Gol itu mengubah segalanya. Italia mulai lebih rapi dalam menyerang dan dominan. AS mau tak mau, tetap dengan 10 pemain, harus bermain lebih bertahan. Mempertahankan satu poin masih lebih baik.

Akan tetapi Italia sudah di atas angin. Di menit 72, juga dari tembakan di luar kotak penalti, De Rossi membuat anak-anak dari 'Negeri Pizza' memimpin. Gelandang AS Roma itu membongkar barisan belakang AS plus Howard lewat tendangan datar yang bersarang di pojok kiri gawang.

Italia terus membombardir pasukan dari 'Negeri Paman Sam'. Howard membuat beberapa penyelamatan penting, yang membuat AS tidak kebobolan lebih banyak.

Akan tetapi ia tak mampu menghentikan apa yang dilakukan Pirlo dan Rossi di menit 90. Pirlo menjadi arsitek yang sangat cantik untuk membuka jalan pada Rossi mencetak gol keduanya, yang juga tak kalah ciamik dari yang pertama.

Pirlo memperdaya Jonathan di garis pinggir, dan dengan gerakan memutar badan, playmaker AC Milan itu melakukan penetrasi di sektor kanan pertahanan lawan. Sampai di garis belakang kotak penalti, dengan kaki kiri ia mengangkat bola ke tengah.

Rossi yang masuk dari belakang tak terkawal siapapun. Bola memantul sekali di tanah, dan setelah itu ia mengayunkan kaki kanannya, membuat tendangan voli, dan bergetarlah gawang AS untuk ketiga kalinya.

Susunan pemain:


Italia: Buffon; Grosso, Chiellini, Legrottaglie, Zambrotta; Gattuso (Rossi 56), Pirlo, De Rossi; Camoranesi (Montolivo 56), Gilardino (Toni 68), Iaquinta

USA: Howard; Bornstein (Kljestan 85), Spector, DeMerit, Onyewu; Clark, Bradley; Feilhaber, Dempsey, Donovan; Altidore (Davies 65) (a2s/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads