Afsel Ketat Soal Keamanan

Piala Konfederasi

Afsel Ketat Soal Keamanan

- Sepakbola
Rabu, 17 Jun 2009 18:14 WIB
Afsel Ketat Soal Keamanan
Pretoria - Afrika Selatan menegaskan keseriusannya menggelar Piala Konfederasi. Hal ini dilakukan guna memberi rasa aman kepada para pelancong yang datang ke negeri yang memiliki tingkat kriminalitas tinggi ini.

Berdasar catatan terakhir, Afsel berada di peringkat kedua negara yang memiliki kasus pembunuhan, di bawah Kolombia, yang memang terkenal sebagai negeri 'mafia'. Menurut data statistik, rata-rata 50 orang tewas karena kekerasan di Afsel setiap hari.

Hal tersebut tentu saja menjadi tantangan tersendiri bagi Afsel untuk membuktikan bahwa mereka layak menggelar Piala Konfederasi tahun ini dan Piala Dunia tahun depan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti dilansir AFP, sebanyak 8.000 personel polisi dikerahkan untuk mengamankan Piala Konfederasi yang sudah dimulai sejak akhir pekan lalu dan digelar di empat kota: Johannesburg, Bloemfontein, Pretoria dan Rustenburg.

Mereka membuat lingkaran penjagaan dalam jarak satu kilometer dari stadium. Setiap pengunjung yang masuk harus melewati detektor dan tas mereka harus dipindai lebih dulu.

Tak hanya itu, tempat duduk untuk penonton telah diatur sedemian rupa, sehingga bukan tidak mungkin penonton yang datang secara bersama akan duduk terpencar saat sudah berada di dalam stadion. Ini juga untuk memenuhi standar keamanan stadion FIFA.

Hanya saja, saking ketatnya penanganan masalah keamanan, muncul keluhan dari para penonton yang ingin menyaksikan pertandingan. Seorang warga lokal bernama Klaas Kekana, misalnya, merasa kesal karena harus duduk terpisah dari dua rekannya saat menonton laga Italia melawan Amerika Serikat kemarin.

"Kami tidak tahu ada informasi pembagian tempat duduk seperti ini. Buat kami pemisahan ini terasa aneh," ujar pria berusia 40 tahun itu, seperti dikutip dari AFP.

Sejauh ini FIFA memberi apresiasi positif pada upaya Afsel mengamankan jalannya Piala Konfederasi.

"Kami selalu terkesan dengan polisi di Afrika Selatan dan kemampuan mereka untuk menggelar event-event besar ini, dan semua itu tetap berlanjut. Saya tahu mereka sangat sibuk dan siap," tutur direktur kompetisi FIFA, Jim Brown.
(a2s/arp)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads