Rossi menjadi pahlawan Italia kala menumbangkan Amerika Serikat 3-1 di pertandingan pertama Piala Konfederasi, dua hari silam. Azzuri yang tertinggal di babak pertama berhasil membalikkan keadaan setelah pemain Villareal ini masuk di babak kedua.
Tak tangung-tanggung, Rossi mencetak dua gol dalam waktu kurang lebih setengah jam ia berada di lapangan. Yang pertama ia melakukannya lewat tendangan spektakuler dari jarak jauh, sedangkan yang kedua via tembakan setengah voli di dalam kotak penalti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terang saja saya senang bahwa terdapat Rossi yang lain, yang melakukan hal bagus di tim nasional," ujarnya kepada corriere.it, seperti diwartakan Goal.
"Masaku telah berakhir. Lebih dari seperempat abad telah berlalu dan sepakbola saat ini telah berubah."
Tak hanya merasa bangga terhadap Rossi muda, Rossi tua juga melihat terdapat kesamaan antara dirinya dengan pemain berusia 22 tahun tersebut, tak sekadar nama belakang keduanya.
"Berdasarkan nama keluarga (belakang) kami memiliki persamaan. Namun juga terdapat persamaan lain, dia cepat, lincah dan bertekhnik. Dia tahu bagaimana bermain dengan pemain lain karena dia memiliki kaki yang bagus. Saya melihat sedikit diriku berada dalam dirinya," tandas top skorer Piala Dunia 1982 itu.
(a2s/arp)











































